MATARAM | Poroslombok.com –
Ketua demisioner Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri, menegaskan bahwa dirinya sudah memutuskan untuk tidak mencalonkan diri sebagai ketua partai.
Hal itu disampaikan Mahally Fikri pada pidato terakhirnya sebagai ketua DPD Demokrat NTB saat membuka Musda ke IV Demokrat NTB di ballroom golden palace hotel Mataram, pada senin kemarin (20/12).
Mahally menuturkan, dimana dalam satu minggu ini ia sering diburu oleh wartawan untuk menanyakan apakah dirinya akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua DPD atau tidak?, “Saya jawab bahwa saya akan menyampaikan nanti saat musda nanti,” tutur Mahally.
Karnanya, pada kesempatan itu Mahally menegaskan, bahwa dirinya tidak akan maju lagi. Disampaikan juga bahwa ketika berharap agar partai Demokrat lebih besar, maka diperlukan sebuah pengorbanan.
Didalam memberikan loyalitas dan dan berjuang, kata dia melanjutkan pidatonya, tidak boleh mengedepankan ambisi, namun sebaliknya rasionalitas harus dikedepankan.
“Untuk baiknya demokrat persembahkanlah egomu, persembahkanlah ambisimu,” ucap Mahally.
Dijelaskan Mahally, keputusannya untuk tidak mencalonkan diri kembali adalah merupakan bagian dari cara dia untuk membesarkan partai demokrat.
Meski begitu, Ia menegaskan akan tetap setia kepada demokrat, partai yang menurut dia telah membesarkan namanya. Oleh karna itu, sambung dia, tidak ada alasan untuk tidak tetap berada di barisan partai demokrat.
Mahally dengan nada setengah berseloroh mengatakan, meskipun dalam hitungan jam dirinya akan menjadi mantan. Tetapi dia memastikan bahwa ia akan menjadi mantan yang husnul khotimah. Tidak pernah berbuat hal-hal yang keliru selama menjadi ketua DPD Demokrat NTB.
Selaras dengan itu, Mahally Fikri saat diwawancarai awak media usai pembukaan musda seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, bahwa saat ini partai demokrat NTB memerlukan seorang tokoh.
“Saya mau partai ini tambah besar. Maka melihat fakta dan konstalasi politik saat ini, partai demokrat membutuhkan tokoh, untuk melengkapi dan menambah kekuatan ketokohan saya,” tandasnya.
Atas dasar itulah dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai ketua DPD Demokrat NTB, demi mencapai tujuan semata-mata untuk membesarkan partai Demokrat.
(ns/pl)














