Penurunan Kasus PMK di Lotim Tertinggi se-NTB, Selangkah Lagi Zona Hijau

Poroslombok.com | LOTIM –

Penanganan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di lotim terus menunjukkan trend positif. Hal itu tak lepas dari agresivitas tim satgas PMK pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) lotim.

Kepala Disnakeswan Lotim, Ir.H. Masyhur, SP, menyatakan bahwa saat ini tingkat kesembuhan pada hewan ternak yang terjangkit virus PMK sudah mencapai 98.6 persen.

“Alhamdulillah sekarang ini kita menjadi yang ter-rendah angka kasus hariannya dari 10 Kabupaten/Kota se-NTB,” kata dia kepada awak media di selong, Jum’at (22|7|22).

Berdasarkan data Disnakeswan lotim per tanggal 22 Juli 2022, dengan rincian sebagai berikut: jumlah kasus 23051 dengan tingkat kesembuhan 22734 (98.6%), masih sakit 95 (0.4%), potong paksa 98 (0.43%) dan yang mati sejumlah 124 ekor (0.54%).

Meski selangkah lagi akan masuk zona hijau, berdasarkan data diatas, tetapi pihak Disnakeswan lotim tidak mau gegabah dengan terus mengambil sikap waspada dan antisipatif terhadap penyebaran virus PMK tersebut.

Terhadap kondisi itu, pihak Disnakeswan juga terus melakukan pemantauan di lapangan. Minggu ini, seluruh tenaga medis maupun seminator telah dikumpulkan di UPT masing-masing dalam rangka menghadapi vaksinasi.

Sebelumnya, sambung dia, sebanyak 1198 vaksin yang didapatkan oleh Disnakeswan Lotim sudah tuntas dilaksanakan, yang sasaran utamanya pada wilayah-wilayah yang tinggi tingkat penyebarannya.

“Hari ini kami akan mengambil vaksin ke provinsi. InsyaAllah besok kita akan melaksanakan vaksin di timba nuh. Dan kita akan sisir sesuai dengan jumlah vaksin yang kita dapat,” ujarnya.

Disampaikan Masyhur, jumlah vaksin untuk lombok timur akan terus bertambah secara bertahap. Berdasarkan informasi dari BNPB, bahwa hari ini sebanyak 35 ribu dosis vaksin untuk pulau lombok akan didatangkan.

Sejalan dengan itu, Masyhur memastikan sudah mempersiapkan seluruh tenaga pendukung yang ada, baik tim medis maupun para seminator yang ada di masing-masing desa dan kecamatan.

“Semuanya sudah kita siapkan. Kalo umpamanya nanti kita dapat 10 ribu, dan kalo kita tidak siap, kan bisa kelabakan kita. Makanya sudah kita siapkan semuanya,” tukasnya.

Jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk lombok timur, tentu akan mengacu pada jumlah populasi sapi di daerah ini sebanyak 157.787 ekor. Dari angka itu, tentu jumlah vaksin yang sudah didapatkan masih sangat sedikit.

Di lain sisi, syarat untuk boleh membuka kembali pasar hewan, harus sudah vaksin 80 persen. Karnanya Masyhur berharap supaya kebutuhan vaksin ini dapat segera dipenuhi, agar target PAD bisa ditingkatkan.

“Walaupun kita akan zona hijau, tapi belum boleh kita buka. Karna syarat masuk pasar hewan itu harus ada bukti vaksinnya, dan nanti kita kasi Ear-Tag sebagai tanda bahwa sapi itu sudah di vaksin,” jelasnya.

Kendati begitu, peternak maupun para saudagar sapi tetap diperbolehkan untuk melakukan proses jual beli dengan cara datang langsung ke tempat-tempat penampungan (kandang) sapi.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU