PorosLombok.com – Kepemimpinan Pj. Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, membawa perubahan signifikan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur tahun 2024. PAD tahun ini mencapai angka Rp 487,740 miliar, yang menunjukkan kenaikan 80,47% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 386,034 miliar.
Pencapaian ini membuktikan bahwa digitalisasi yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur memberikan dampak positif yang nyata terhadap ekonomi daerah.
Salah satu faktor utama dalam lonjakan PAD Lombok Timur adalah digitalisasi pajak daerah. Sistem elektronifikasi pajak kini telah diterapkan secara luas, dengan 74,18% pajak daerah diproses melalui kanal digital. Sementara itu, 19,46% menggunakan sistem semi-digital, dan hanya 6,36% yang dibayar secara tunai.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya digitalisasi pajak yang diterapkan oleh Pemkab Lombok Timur telah sukses meningkatkan efisiensi dan transparansi penerimaan pajak.
“Ini bukan sekadar wacana. Kami sudah buktikan bahwa digitalisasi memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah,” kata Pj. Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juani Taofik, saat Evaluasi Kinerja (Evkin) Triwulan I di Jakarta, pada Selasa, (14/01).
Penghargaan untuk Digitalisasi Daerah
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga berhasil meraih penghargaan dari Menko Bidang Perekonomian atas implementasi terbaik dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
Kabupaten ini terpilih sebagai peringkat ketiga terbaik di wilayah Nusa tenggara dan Papua (Nusampua) dalam kategori digitalisasi pemerintahan daerah.
Pemkab Lombok Timur juga meluncurkan Sistem Informasi Perpajakan Daerah (SIPDAH) untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak daerah.
Aplikasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi wajib pajak, tetapi juga mendorong transparansi, efisiensi, dan kenyamanan dalam pelaporan dan pembayaran pajak.
“Dengan adanya SIPDAH, diharapkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu akan semakin tinggi,” tambah H. Muhammad Juani Taofik.
Selain digitalisasi pajak, Pemkab Lombok Timur juga memfokuskan perhatian pada pengelolaan BUMD dan pelayanan publik. Salah satunya adalah pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), serta pengembangan air bersih di Pantai Selatan, dengan lebih dari 3.800 sambungan rumah yang terlayani.
Pemkab juga mendirikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM Lombok Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Lombok Timur mengapresiasi kerja keras tim kerja, organisasi perangkat daerah (OPD), serta dukungan masyarakat yang telah membuat semua ini menjadi mungkin.
“Semua pencapaian ini adalah hasil dari kerja sama dan kolaborasi yang solid antara OPD, staf, dan masyarakat Lombok Timur,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk digitalisasi, pengelolaan pajak yang lebih efisien, dan penguatan UMKM, Lombok Timur berhasil membuktikan bahwa digitalisasi pemerintahan daerah dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah.
Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa langkah-langkah strategis dalam manajemen keuangan daerah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.
Redaksi | PorosLombok















