Program Sembako Rp.40 Miliar di Lombok Timur Disorot, Wakil Bupati : Ini Sesuai Arahan Presiden

Lombok Timur, PorosLombok.com – Program pengadaan sembako senilai Rp.40 miliar yang digagas Pemkab Lombok Timur menuai polemik. Program ini disebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi, tetapi pelaksanaannya justru mengundang banyak pertanyaan.

Tak hanya masyarakat, beberapa anggota dewan juga menyoroti kebijakan yang menyasar 273.000 kepala keluarga (KK) tersebut. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme, dasar hukum, hingga potensi penyimpangan dalam realisasinya.

Menanggapi itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Edwin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa program ini bukan bantuan sosial (bansos) atau hibah, melainkan strategi pengendalian harga pangan sesuai arahan pemerintah pusat.

“Karena anggarannya ada di Dinas Perdagangan, maka tidak bisa disebut bansos atau hibah. Skemanya harus berbeda,” tegas Edwin, Kamis (13/3).

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan skema pengadaan ini. Salah satu rujukannya adalah arahan Presiden RI pada 17 Februari di Istana Negara terkait stabilisasi harga pangan.

“Dari situ, kami mencari formula yang tepat. Akhirnya, diputuskan program ini berjalan sebelum Idul adha, selama Ramadan, dan setelahnya,” ujarnya.

Edwin juga memastikan bahwa penerima bantuan ditentukan berbasis kepala keluarga, bukan individu. Proses pengadaan dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa hingga kabupaten.

Namun, ia tak menampik adanya tantangan dalam distribusi. “Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak. Jangan sampai ada yang namanya terdaftar tetapi tidak menerima, atau justru yang tidak terdaftar malah dapat,” tegasnya.

Selain itu, Edwin menegaskan bahwa ASN, anggota Polri, perangkat desa, serta panitia verifikasi dilarang menjadi penerima bantuan.

Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional.

“Fokus pemerintah sekarang bukan hanya pertahanan negara, tapi juga ketahanan pangan. Ini yang harus dijaga, karena menyangkut masa depan bangsa,” pungkasnya.

Arul | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU