Rencana Program Dinkes Lotim Tahun 2024, Fokus Peningkatan Mutu Pelayanan

LOTIM – PorosLombok.com | Rencana program kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur tahun anggaran 20224 mendatang, masih akan difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan.

Hal itu menurut pengakuan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Dr. Fathurrahman karena pihaknya menyadari masih banyak yang harus dibenahi baik dari sisi tenaga sumber daya manusia (SDM), peralatan/sarana prasarana, maupun infrastruktur.

“Karena mengenai pelayanan ini kita tidak boleh puas dengan apa yang kita capai hari ini. Kita mengakui masih banyak hal yang harus kita benahi,” papar H. Fathurrahman kepada poroslombok.com, Kamis (2/11/2023).

Dari ketiga point itu, imbuh dia, baik dari infrastruktur maupun sarana pihaknya akan lebih fokus kepada peningkatan kualitas SDM. Karena menurut dia percuma memiliki kantor yang bagus jika pelayanannya tidak bagus, karna yang dinilai masyarakat adalah pelayanannya.

Untuk menunjang itu semua, pada tahun ini pihaknya telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dasar kepada tenaga kesehatan (nakes), baik tenaga keperawatan, bidan, laboratorium, maupun tenaga lainnya.

Namun karena belum mencapai seperti apa yang diharapkan, sehingga pada tahun 2024 mendatang pihaknya akan terus fokus untuk program tersebut, karena hal tersebut sesuai dengan yang diisyaratkan oleh Kemenkes.

Kesemuanya itu, lanjut dia, untuk menunjang rencana perubahan bentuk layanan yang disebut Integrasi Layanan Primer (ILP). ILP itu, terang dia, adalah pola pelayanan yang akan diberikan oleh Puskesmas berkolaborasi dengan desa dengan pendekatan sistem klaster.

Klaster tersebut dibagi menjadi lima, antara lain; (1). Klaster manajemen anak, (2). Ibu dan anak, (3). Usia dewasa dan lanjut usia, (4). Penanggulangan penyakit menular, dan (5). Lintas klaster.

Disampaikan lebih lanjut, nantinya layanan kesehatan di tingkat desa (pustu dan polindes) akan menerapkan pola layanan yang sama dengan puskesmas, atau sebagai miniatur puskesmas.

Yang paling menonjol dari pelayanan ILP dibanding pola sebelumnya adalah, seorang pasien ketika berkunjung ke puskesmas mulai dari loket dia akan diarahkan sesuai dengan umurnya. Jika pasien tersebut masuk kategori dewasa, maka akan diarahkan sesuai dengan klasternya.

“Jika pasien itu masuk klaster dewasa maka dia nanti akan dilakukan screening. Screening ini untuk mencari tau apa saja sih penyakitnya si bapak/ibu ini. Apakah dia hypertensi ataukah dia diabetes militus atau yang lainnya,” terang dia.

Setelah diketahui penyakit yang diderita sang pasien melalui screening tadi, maka nakes yang ada di klaster itu akan memberikan penanganan secara terintegrasi dengan berbagai program yang ada. Sehingga sang pasien akan diberikan terapi dan edukasi tentang penyakit yang ditemukan secara simultan.

“Kalo selama ini kan misalnya ada orang datang mengeluhkan batuk pilek. Setelah diperiksa oleh dokter, ow ini pneumonia misalnya. Setelah itu dia dikasi obat, sudah selesai. Tidak ada sreening tidak ada edukasi,” ujarnya.

Jika sang pasien membutuhkan penanganan berkelanjutan, maka ia akan diarahkan oleh pihak puskesmas ke polindes/pustu yang ada di desa. Jika selama ini polindes dan pustu berjalan sendiri, maka kedepan kedua faskes desa tersebut akan saling terintegrasi secara primer sebagaimana layanan di puskesmas.

Kendati demikian, masih menurut H. Fathurrahman, bukan berarti tahun depan tidak ada pembangunan infrastruktur sama sekali, tetapi melihat keterbatasan anggaran maka pihaknya lebih memprioritaskan peningkatan kualitas.

Terkait pengusulan anggaran, Fathurrahman memastikan bahwa pihaknya tidak pernah telat untuk mengikuti setiap tahapan usulan. Tetapi berapa nilai yang bisa diakomodir oleh Kemenkes, dirinya berpikir realistis sesuai kemampuan pusat.

Namun begitu dirinya mengakui tentang besarnya perhatian pemerintah pusat kepada Lombok Timur. Adapun besaran anggaran yang diusulkan Dinkes Lotim untuk tahun anggaran 2024 adalah senilai Rp. 25 miliar.

“Tapi ini masih berupa usulan, berapa pastinya nanti kita lihat. Tapi perlu diingat, perhatian Kemenkes itu tidak semuanya dalam bentuk anggaran, tetapi ada juga kegiatan-kegiatan yang di lokuskan di Lotim yang kalo dikonversi dalam bentuk anggaran, itu sangat besar anggarannya,” demikian H. Fathurrahman.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU