Lombok Timur, PorosLombok.com –
Melihat banyaknya keluhan Masyarakat terkait persediaan darah di RSUD dr Raden Soedjono Selong, Korp Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (KORPRI) Lombok Timur, gelar donor darah, sekaligus rangkain Hut Korpri ke-52 tahun yang berlangsung di Pendopo Bupati, Senin (13/11).
Kegiatan donor darah ini dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 13 November sampai dengan 16 November dan diikuti pegawai dilingkungan Pemerintah Lombok Timur serta terbuka untuk masyarakat umum.
“Walaupun di RSUD ada unit transfusi darah namun kita harus punya Bank darah,” ucap PJ Bupati yang juga Ketua Korpri Lotim Drs HM Juani Taofik, M.AP, disela-sela acara.
Dijelaskannya, Momentum Hut Korpri ke-52, pertanyaan besar yang muncul di usia tersebut yakni, apa yang bisa diberikan untuk masyarakat ?, sehingga kata pria yang akrab dipanggil kak Ofik ini, point yang utama adalah donor darah,
“Untuk itu, kedepannya kita berharap dengan anggota Korpri yang kurang lebih 8000 di luar PPPK, 40 % nya saja yang melakukan donor, insyaallah persedian darah kita di RSUD akan tetap ada,” ungkapnya.
Maka dari itu lanjut kak Ofik, pada hari pertama pihaknya mengundang semua Kepala OPD, serta Camat se-Lombok Timur agar melakukan donor darah paling awal sehingga di hari kedua stafnya bisa mengikuti, namun dalam hal ini tidak ada sanksi bagi ASN yang tidak ikut, karena lebih kepada kesadaran masing-masing.
“Jangan karena tidak diberikan sanksi lalu tidak mau melakukan donor darah, begitu juga sebaliknya namun yang harus kita fahami donor darah ini mempunyai beberapa tahapan, salah satunya discreening kalau kesehatan dan darahnya bagus baru bisa donor darah” ungkapnya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota korpri, telah rela hadir memenuhi acara ini, sehingga patut untuk dihargai, berarti rasa keperdulian dan kesadaran untuk terus berbuat untuk masyarakat khususnya Lombok Timur masih tinggi.
“Andaikan ASN ini tidak datang ke pendopo ini, sebagai ketua Korpri sekaligus PJ.Bupati Lotim saya pastikan tidak ada Sanksi tapi saya mohon kesadarannya saja,” tegasnya.
Pj Bupati juga menyinggung di tahun 2023, sebanyak 500 ASN akan Purna tugas sehingga pihaknya sudah menyiapkan cindera mata bagi mereka, kemudian ia juga berkomitmen bagi ASN Golongan 1-2 akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenaga kerjaan dan dibiayai 1 tahun oleh Korpri.
“Mereka ini bekerja pada kegiatan-kegiatan yang rentan, kita sudah himpun ASN yang golongan 1-2 ini berjumlah 170 orang, karena BPJS ketenaga kerjaan bersifat mandiri, ,”pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)
















