Syamsul Rijal: Seleksi Komisioner Baznas NTB Sudah Sesuai Jalur Meritokrasi

Mataram, PorosLombok.com – Proses penjaringan calon komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB dinilai telah berjalan sesuai mekanisme dan prinsip meritokrasi. Anggota DPRD NTB H Syamsu Rijal angkat bicara menanggapi munculnya pro dan kontra terhadap nama-nama yang lolos seleksi.

“Kalau soal puas atau tidak, itu hal biasa. Tidak semua bisa dipuaskan. Tapi saya lihat tim seleksi sudah bekerja secara proporsional,” ujar politisi Partai Gerindra ini, Jumat (4/4).

Rijal menanggapi santai tudingan adanya nama-nama mantan tim sukses pasangan Iqbal-Dinda dalam daftar. Menurutnya, hal itu tidak seharusnya menjadi polemik.

“Loh, masa karena pernah jadi timses lalu tidak boleh ikut seleksi? Itu justru pelanggaran terhadap hak asasi. Semua warga NTB punya hak yang sama,” tegasnya.

Ia mengapresiasi prinsip meritokrasi yang diterapkan dalam proses seleksi. Hal itu menurutnya terlihat dari komposisi 10 nama yang diserahkan ke Baznas pusat.

“Terlihat ada nuansa kemudaan dan kemampuan mereka dalam melewati semua tahapan seleksi. Selanjutnya tentu keputusan akhir di tangan Baznas pusat,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rijal menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi oleh komisioner Baznas NTB ke depan. Ia menekankan pentingnya peran Baznas dalam pengentasan kemiskinan dan penyaluran zakat secara tepat sasaran.

“Kita dari dewan mendorong agar ke depan penyaluran zakat dilakukan lebih terukur, terdata, dan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap napas perjuangan Baznas NTB selaras dengan visi program Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

Seperti diketahui, 10 nama yang lolos seleksi adalah: H Ahmad Rusli, TGH Gunawan, Jalaluddin, M Junaidi, TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin, Lalu Muhammad Iqbal, Muhammad Ardi Samsuri, Suwandi, H Zulkifli, dan Hj Zulpawati.

Sementara itu, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan bahwa kesepuluh nama tersebut telah melalui proses ketat. “Mereka menjalani tiga tahapan seleksi, yakni penulisan makalah, ujian tulis, dan wawancara,” tandasnya.(*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU