Poroslombok.com | LOTIM – Rakerda Karang Taruna Lombok Timur tahun 2022 yang berlangsung kemarin (24|7) di kantor sekretariat Karang Taruna Lotim, sukses terlaksana.
Dihadapan Ketua Karta NTB, Ketua dan Anggota Karta Lotim, para Ketua Kecamatan dan desa se-Lotim, Sekda, HM. Juaini Taofik, mengawali sambutannya mengajak seluruh yang hadir untuk bersyukur atas terselenggaranya acara rakerda ditengah situasi sekarang ini.
Dijelaskan Sekda, Lotim dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, tentu banyak juga masalah yang dihadapi. Sehingga, kalau selesai masalah di Lombok Timur, maka hampir 30 persen masalah NTB bisa terselesaikan.
“Saat ini banyak anggaran kita di refocusing karena pandemi covid 19, sekitar 400 milyar, dalam kondisi PAD tidak mncapai target, kita masih bisa berkegiatan,” urai Kak Ofik, begitu ia karib dipanggil.
Harapan pak bupati, kata dia, bagaimana potensi pemuda di karang taruna bisa bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan, dari desa sampai kabupaten.
“Apa peran Karang Taruna di desa?, sumber utama kekuatan di desa adalah pada musyawarahnya. Nah pemuda sangat berperan dalam musyawarah-musyawarah di desa,” imbuhnya.
Pemuda bersama dengan komunitas ibu-ibu, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh agama bersatu padu dan bersinergi membangun desa, tentu akan membuat pembanguna di desa mengalami percepatan.
“Aktiflah mengikuti kegiatan-kegiatan di desa, produktiflah memberikan bantuan baik fikiran, tenaga dan lain-lain dalam pembangunan desa,” serunya.
Kedua, Sekda menuturkan perihal khadirannya kemarin bersama Bupati, dan Kadis Kominfo di SBSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk membuat kerjasama dalam rangka menyukseskan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Hal itu sebagai upaya terus-menerus pemerintah daerah dalam menguatkan kemampuan jaringan internet sampai wilayah paling pelosok.
Kaitannya dengan itu, Sekda berharap kepada Karang Taruna untuk dapat dengan segera menyesuaikan dengan perkembangan terkini, agar dapat menjadi pelaku pembangunan yang baik, dalam segala perubahan yang terjadi.
Sekda juga berharap, agar generasi muda saat ini bisa menjadi pemuda yang mandiri. Ia menyebut, sumber daya alam pertanian dan kelautan kita tidak habis-habis nya untuk dikelola. Menurut Prof Rohmin Dahuri, baru 34 persen sumber daya kelautan kita yang diolah.
“Silahkan manfaatkan sumber daya alam untuk menjadi sumber kehidupan kita, terutama teman-teman yang berada di pesisir,” pesannya memungkasi.
(Anas/pl)

















