LOMBOK TIMUR | PorosLombok.com – Beberapa minggu terakhir Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pancor mengalami penurunan, bahkan hal itu berdampak bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Lotim.
Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Abdul Muit mengatakan ini suatu yang aneh, apalagi, sudah ada perjanjian antara SPBU Pancor dan Pemda terkait pengisian BBM bagi para ASN.
“Jadi SPBU Pancor ini sifatnya personal tapi kepentingannya untuk orang banyak. Lalu pertanyaannya kenapa mengalami stok sedikit atau tidak ada?, sedangkan kenapa SPBU lain (di Lotim) selalu terisi, itu kan menjadi pertanyaan kita saat ini,” ucap Politisi asal Lotim bagian Selatan itu, Selasa (27/05).
Ditegaskannya, jika pihak SPBU Pancor mengklaim tidak ada stok, itu hal yang tidak bisa dibenarkan. Karena stok (BBM) secara nasional tidak ada masalah, jika ini terus terjadi tentu akan berdampak pada mobilitas jajaran Pemda, mengingat SPBU Pancor sendiri menjadi tempat pengisian BBM pertama yang telah disepakati.
“Pemda Lotim harus memanggil pihak SPBU Pancor karena ini ada kaitannya mengganggu tugas para ASN. Kalau misalnya Direktur SPBU Pancor sudah tidak mampu menyediakan kebutuhan masyarakat tutup saja,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Kabag Tata Pemerintahan dalam kapasitas sebagai plt.Kabag Umum Setda Lotim, Ahmad Subhan mengaku jika dalam beberapa bulan terakhir ini pelayanan pengisian BBM lingkup Sekretariat Daerah, yang bekerjasama dengan SPBU Pancor kurang lancar tidak seperti sebelumnya.
“Hal tersebut yang membuat kupon bon untuk pengisian BBM tidak bisa dipakai kalau stok sedang kosong, namun kita berharap pelayanan BBM untuk kendaraan dinas jangan sampai terkendala keterbatasan BBM, sehingga diharapkan perhatian dan kerjasama yang baik dari penyedia,” katanya.
Selama ini jelas Subhan, ada perjanjian dengan SPBU Pancor yang pembayaran rata-rata setiap bulan Rp 70-80 juta atau sesuai tagihan penyedia.
“Jadi, penggunaan sesuai kebutuhan kedinasan dan pembayaran sesuai tagihan, mudah-mudahan pada bulan berikutnya pelayanan bisa lancar,” demikian Subhan.
Dilain pihak, Masyarakat asal Desa Kabar, Supardi mengakui jika beberapa pekan terakhir BBM di Pertamina Pancor kerap kehabisan.
“Terakhir saya mau isi disana kemarin itu jam 2 sudah habis, ndak tau kenapa ya, mungkin stoknya yang berkurang,” sebutnya.
Ia juga berharap, ketersediaan BBM di Pertamina Pancor kembali normal, agar mobilitas masyarakat juga tidak terganggu.
“Ya walaupun ada eceran sama Pertamina lain kan kita biasanya ngisi disini, jadi mudahan normal lagi lah, apalagi mobilitas saya kan di pancor,” singkatnya.**















