Tanah Longsor Desa Kembang Kuning: Hujan Deras Tutup Akses Wisata Sarang Walet

Lombok Timur, PorosLombok.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (8/1/2025) pukul 13.20 WITA.

Peristiwa ini memicu tanah longsor di Dusun Kembang Mekar, yang merusak rumah warga dan menutup akses menuju objek wisata populer, Sarang Walet.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman, menyebutkan bahwa hujan deras menjadi pemicu utama longsor tersebut.

“Curah hujan yang sangat deras, ditambah struktur tanah yang labil, menyebabkan longsor di pinggir rumah warga dan menutup jalan utama menuju Sarang Walet. Material longsor serta reruntuhan rumah warga memenuhi jalan, sehingga tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Dampak longsor ini cukup signifikan. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan parah, di antaranya:

  • Sahlan mengalami kerusakan pada tembok pagar sepanjang 13 meter dengan taksiran kerugian Rp 8 juta.
  • Marlina menghadapi kerusakan tembok pagar sepanjang 15 meter dengan kerugian mencapai Rp 15 juta.
  • Suhirman harus menanggung kerusakan tembok sepanjang 7 meter dengan kerugian sekitar Rp 7 juta.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui BPBD dan Dinas Sosial, segera turun tangan untuk mendata warga terdampak. Warga yang rumahnya rusak dihimbau untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat, sambil menunggu bantuan dan relokasi dari pemerintah daerah.

“Kami juga terus memantau situasi dan memberikan himbauan agar warga lebih waspada, mengingat potensi longsor susulan masih ada. Upaya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mitigasi dan pemulihan sedang dilakukan,” tambah Nikolas.

Analisis awal menunjukkan bahwa longsor dipicu oleh minimnya tanaman penahan di sekitar rumah warga yang berada di atas tanah labil. Selain itu, longsor ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya sektor pariwisata, karena jalur utama menuju objek wisata Sarang Walet tertutup material longsor.

Pihak berwenang menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Hingga berita ini diturunkan, pembersihan material longsor masih berlangsung untuk memulihkan akses ke objek wisata.

Arul | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU