Ternyata Ini Penyebab Pendapatan Pasar di Lotim Stagnan, Sebelum Kapas Digantikan ASN

Lombok Timur, PorosLombok.com – Kenaikan retribusi Pasar pasca Kepala pasar (Kapas) diganti ASN cukup signifikan di bulan pertama, tentunya akan berdampak pada peningkatan PAD di tahun 2024.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Masfu pada senin, (05/02) kemarin mengatakan, stagnannya retribusi pasar selama 5 tahun terakhir karena semangat para kapas sebelumnya untuk menggali potensi masih kurang.

“Jadi kami Pemda mencoba merubah pola, dengan mengganti kapas dengan ASN untuk sementara, dan Alhamdulillah di bulan pertama retribusi pasar meningkat,” ujarnya.

Mantan kadis Kominfo lotim ini mejelaskan, target yang diberikan kepada PLT Kepala Pasar saat ini yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan telah melalui uji petik terhadap potensi-potensi yang bisa digali dengan maksimal agar mendapatkan hasil yang optimal.

“Bukan hanya ruko dan sejenisnya tapi ada beberapa potensi seperti lahan parkiran, karcis dan sebagainya,” bebernya.

Namun kata Masfu, Masing-masing memiliki target berbeda yang dibebankan kepada PLT Kapas yang dimana sesuai dengan hasil uji petik, atau kajian yang telah dilakukan oleh dinas perdagangan.

“Yang paling besar itu pasar Masbagik baru, karena boleh dibilang pasar ini cukup besar dan memiliki potensi yang luar biasa,”jelasnya.

Ia menyebutkan, kenaikan pendapatan Pasar di Lombok Timur tanpa harus merubah pola sebelumnya, seperti menaikan sewa dan sebagainya sehingga tidak membebankan para pedagang,

“Walaupun Perda kita sudah mengatur terkait kenaikan tarif dibeberapa sektor seperti harga karcis, sewa ruko, tapi saat ini kita belum menerapkan hal tersebut, kalau ini diterapkan bisa-bisa pendapatan retribusi kita meningkat 2 kali lipat,” ungkapnya.

Kedepannya ia berharap ketika dikembalikan kembali Pengelolaan pasar kepada Masyarakat, setidaknya pemerintah sudah memiliki pedoman yang harus diikuti, terutama pola-pola dan target yang telah ditetapkan, karena PLT kapas dari ASN tidak selamanya, namun setiap per-3 bulan ada proses evaluasi.

“Kalau nanti mereka (Masyarakat-red) berani seperti PLT Kapas kita yang sekarang, dengan bekerja dengan target yang telah diberikan silahkan kami siap menyerahkan pengelolaannya,” tegasnya.

(Arul/PorosLombok).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU