Okupansi Penginapan Desa Wisata Loyok Meledak, dari 30% Melambung ke 80%!

(PorosLombok.com) – Desa Wisata Loyok, Lombok Timur, NTB, tengah menikmati musim panen tamu. Dalam tiga bulan terakhir, okupansi penginapan di desa itu meroket dari 30 persen menjadi 80 persen.

M. Isnaini, pengusaha penginapan setempat, mengakui ledakan kunjungan wisatawan jadi pemicu utamanya.

“Kamar kami masih kurang, sehingga banyak tamu belum kebagian tempat menginap,” ujarnya, Minggu (10/8).

Menurut Isnaini, tren positif ini sudah berlangsung beberapa bulan. Namun, keterbatasan jumlah kamar membuat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, belum bisa tertampung secara maksimal.

Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan warga untuk membangun penginapan baru. Apalagi NTB akan menjadi tuan rumah sejumlah event besar seperti PON 2028 dan MotoGP, yang diperkirakan mendatangkan ribuan pengunjung.

“Ini peluang besar yang tidak boleh dilewatkan,” tegasnya.

Ledakan wisatawan ini juga menghidupkan sektor ekonomi kreatif desa, terutama perajin anyaman bambu. Meski demikian, Isnaini mengaku belum memiliki data pasti soal lonjakan pendapatan warga.

Peningkatan okupansi, lanjutnya, tak lepas dari peran aplikasi pemesanan hotel dan promosi gencar dari pelaku usaha serta pemerintah daerah.

“Lewat aplikasi booking dan promosi yang aktif, penginapan kami makin dikenal dan diminati wisatawan,” jelasnya.

Isnaini juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur untuk menjaga kenyamanan tamu.

“Kalau jalan diperbaiki dan lampu jalan ditambah, wisatawan pasti makin betah,” katanya optimistis.

Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Isnaini yakin Desa Wisata Loyok bisa bersaing sebagai destinasi unggulan di NTB.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU