Sembalun Dari Pemandangan Indah Jadi Rumah Sampah, Apa Kata BPPD?

(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Video viral baru-baru ini mengguncang dunia maya, menyoroti tumpukan sampah di kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur.Diunggah oleh akun media sosial Lubis-Lubis, video berdurasi 21 detik itu memperlihatkan seorang wisatawan mengkritik kebersihan Sembalun.

Meski demikian, dia juga memuji keindahan alam yang ada, menciptakan kontras mencolok antara keindahan dan kebersihan kawasan tersebut.

Kritik tajam dari wisatawan ini langsung memicu perhatian luas di media sosial. Unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 81 kali, menciptakan gelombang komentar dari netizen.

Banyak yang menyuarakan keprihatinan, sementara yang lain mengungkapkan cinta terhadap keindahan alam Sembalun. Perhatian publik yang tinggi memaksa pihak terkait untuk segera bertindak dan mencari solusi konkret atas masalah ini.

Ketua BPPD Lombok Timur, Yogi, menyatakan bahwa masalah sampah bukan hanya isu lokal, tetapi juga global. Masalah ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak destinasi wisata di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang.

“Sampah membutuhkan evolusi dalam pengelolaannya, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kita perlu pendekatan yang berkelanjutan,” katanya, Senin (14/10).

Yogi menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang efektif di kawasan wisata. Sistem yang ada harus lima kali lipat lebih baik dibandingkan desa non-pariwisata.

Kebijakan di tingkat desa, menurutnya, harus diperkuat agar pengelolaan sampah dapat teratasi dengan baik. Inisiatif ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Meskipun BPPD telah melakukan audiensi dan kolaborasi antar desa untuk menangani masalah ini, Yogi mengakui pelaksanaan kebijakan masih rendah. Tantangan dalam implementasi kebijakan sering kali disebabkan oleh keterbatasan sumber daya dan koordinasi.

“Kami tahu pengelolaan sampah di Sembalun belum maksimal. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Yogi juga mengajak semua elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan kawasan wisata. Dia menekankan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat adalah kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” harapnya.

Dengan komitmen yang kuat untuk meningkatkan manajemen sampah, BPPD berharap Sembalun kembali menjadi tujuan wisata yang menawarkan keindahan dan kebersihan. Upaya ini diharapkan memperbaiki citra Sembalun di mata wisatawan, sehingga menarik lebih banyak pengunjung.

“Mari kita jaga Sembalun agar tetap menjadi tempat yang indah dan bersih bagi semua pengunjung,” tutup Yogi.

Dengan perhatian lebih besar terhadap isu ini, diharapkan Sembalun dapat memperbaiki citranya di mata wisatawan. Pengalaman berkunjung ke kawasan yang terkenal dengan pemandangan alam menakjubkan ini pun dapat kembali menjadi hal yang membanggakan.

Dukungan dan kerjasama dari semua pihak menjadi kunci utama mewujudkan lingkungan bersih dan nyaman, menjadikan Sembalun sebagai destinasi yang tidak hanya indah tetapi juga bersih.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU