PorosLombok.com • LOTIM –
Warga Dusun Dasan Tumbu, Desa Tumbuh Mulia, Kec.Suralaga kabupaten Lombok Timur digegerkan dengan penemuan mayat salah satu mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Mataram (UIN. di Rumah H.ABDURRAHIM (Alm.) Pada Kamis, 18 Agustus 2022, Sekitar pukul 05.00 Wita.
Adapun korban atas nama Dui Sentane Laksebanah Putra (19) warga Selengaran, Desa Bilelando, Kec.Praya Timur, Kab.Lombok Tengah.
Kapolsek serulaga IPDA Bambang Supriyanto mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, Korban di Temukan dalam posisi duduk telungkup dengan kedua kaki berselonjor oleh saksi an.Gaffar Hidayat ditempat duduk atau bangku yg terbuat dari bambu sebelum korban dibawa ke dalam ruangan oleh rekan2 mahasiswa lainnya.
Posisi tempat TKP terdiri beberapa bangunan yang menyatu dimana terdapat teras yang dipungsikan sebagai ruang tamu. Dari pemeriksaan kondisi tubuh korban bagian luar ditemukan leher,wajah korban dalam kondisi membiru dan kondisi kuku kuku jari tangan korban juga membiru.
Dari mulut korban mengeluarkan cairan berbentuk cairan bening bercampur darah serta dongan kondisi lidah korban tergigit oleh gigi korban.
“Namun tidak ditemukan luka luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban bagian luar,” terangnya
Ia menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban dalam kondisi sudah terbentuk kaku diduga korban meninggal lebih dari 6 jam dan Kondisi hidung, telinga,.kemaluan dan dubur
korban tidak mengeluar cairan atau dalam kondisi normal.
Sebelumnya saksi dan korban pada hari rabu 17 Agustus 2022 korban sempat ikut upacara 17 agustus di Kantor Camat Suralaga, kemudian pada pukul 09.30 wita saksi dan korban pulang kerumah orang tua korban di Lombok Tengah, setelah di rumah korban, sekitar pukul 12.00 wita korban sempat membeli dan meminum Kratingdaeng, lalu pukul 15.00 wita korban ikut pertandingan FUTSAL di kampungnya.
Sebelum tidur korban sempat berpesan ke saksi minta di bangunkan kalau dia sampai pingsan karena merasa sangat capek sekali, lalu pukul 17.30 wita saksi dan korban bangun tidur dan persiapan untuk balik ke Lombok Timur, dan sebelum berangkat, saksi dan korban sempat makan dulu dan pukul 18.00 wita pulang ke Lombok Timur, sampai di Lotim (Posko KKN) pukul 19.00 wita,dan sempat beristirahat sebentar sambil ngobrol dan pukul 20.30 wita
Pada pukul 05.00 wita saksi hendak shalat subuh dan keluar rumah dan mendapati korban dalam posisi duduk telungkup di lasah (Tempat Duduk Dari Bambu -red) tersebut, saksi membangunkan korban tapi tidak ada respon, saksi kemudian memanggil temannya yakni Asma Watun Najah dan memeriksa korban, dan memeriksa denyut nadi di tangan dan leher sudah tidak ada bergerak sehingga saksi kemudian memanggil teman-teman yang lain serta warga sekitar dan menghubungi Polisi.
“Untuk mengetahui penyebab kematian korban masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian korban dan di perlukan pemeriksaan menyeluruh dari dalam tubuh korban melalui Otopsi, dan Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi maupun visum,” Pungkasnya
(PorosLombok.com)

















