Tradisi Malemal Masyarakat Muslim Desa Loyok

Sebelum pembakaran dile jojor ini
warga setempat beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat biasanya melaksanakan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan dzikir dan do’a di masjid atau musola setempat. Dia menuturkan, bahwa dile jojor dinyalakan setelah ibadah shalat magrib sampai seblum melaksanakan shalat terawih, yang dulunya dimulai dengan tabuhan bedug dan pentungan oleh salah seorang tokoh di masjid. kampung yang semula gelap ini menjadi terang terkena sinar dari nyala api dile jojor. Pria, wanita, dewasa dan anak-anak di kampung ini meletakkan dile jojor di setiap sudut rumah dan area yang sudah ditentukan. Baliau menambahkan alasan dinyalakan dile jojor adalah sebagai penerang orang dahulu yang akan mengantarkan zakat fitrah dan melaksanakan ibadah shalat terawih, maklum dahulu tidak seperti sekarang yang banyak diterangi oleh listrik.

Setiap desa mempunyai tanggalnya dan waktu pelaksanaan sendiri, tidak sama dengan tanggal desa lainnya. Kenapa pemilihan waktu jatuh pada tanggal-
tanggal ganjil di sepertiga terakhir di bulan Ramadan? Kemungkinan masyarakat meyakini bahwa turunnya malam lailatul qadar ditanggal tersebut, yakni malam yang ditunggu oleh umat Islam. Di malam ini Allah akan melipatgandakan amal perbuatan manusia.

Malam ini juga biasa disebut malam seribu bulan sehingga masyarakat tidak menyiakan dengan menyambutnya dengan meriah. Jadi artinya, maleman ini sebuah upaya mengingatkan tentang adanya malam lailatul qadar. Karena bagi siapa saja yang beribadah di malam tersebut nilainya akan lebih baik dari pada seribu bulan. Sehingga, dalam sejarahnya, para leluhur berusaha
mengingatkan akan betapa pentingnya malam tersebut melalui budaya yang
dikenal dengan tradisi maleman.

Dapat disimpulkan bahwa maleman ini adalah malam yang diproyeksikan khusus untuk menyambut malam lailatul qadar. Maleman termasuk dari khazanah pulau Lombok sebagai warisan para leluhur. Maleman juga merupakan sebuah
bentuk akulturasi antara Islam dan budaya setempat.

Maleman ini adalah pengaplikasian dari hadist nabi yang menyatakan bahwa pada sepuluh hari terakhir diindikasikan sebagai turunya malam lailatul qadar atau malam seribu bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU