Tradisi Malemal Masyarakat Muslim Desa Loyok

Sedangkan menurut Lalu Suherman yang menjadi tokoh remaja masjid disana memaparkan, bahwa setiap pelaksanan maleman masyarakat akan meningkatkan ibadah-ibadah dalam memeriahkan dan menyambut malam lailatul qadar ini, yakni dengan cara meningkatkan silaturahmi, berbagi makanan, berbuka puasa bersama, dzikiran, sholawatan dan ibadah lain yang tentunya menambah pentingnya tradisi ini harus tetap dilaksanakan setiap tahunnya.

Hal tersebut juga sebagai media masyarakat untuk terus memepertahankan kearifan lokal dan budaya yang ada sehingga bisa dilestarikan hingga generasi selanjutnya. Ditambahkan juga oleh Lalu Pagah Wiradarma salah seorang tokoh karang taruna desa Loyok, dia mengatakan tradisi malemal ini menjadi salah satu identitas lokal yang patut kita banggakan, karena tradisi unik seperti ini tidak banyak kita temukan di daerah lain dan secara tidak
langsung menjadi identitas pribadi warga muslim Lombok dan desa Loyok pada umumnya.

Tradisi maleman di desa Loyok merupakan salah satu wujud interelasi nilai budaya dan agama Islam yang diwariskan secara turun-temurun dari zaman leluhur masyarakat pulau Lombok hingga sekarang. Tradisi maleman berharga dan perlu dilestarikan karena ada berbagai dimensi yang melingkupi tradisi maleman, yakni dimensi relijius, keagamaan, sosial, dan budaya bagi masyarakat. Tradisi maleman di desa Loyok termasuk kegiatan spiritual yang dimeriahkan dan diramaikan oleh masyarakat yang akan memberikan ketenangan batin sekaligus memberikan sarana memperbanyak ibadah disepertiga terakhir bulan Ramadhan. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU