Kata qadar bermakna penetapan dan pengaturan, sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup ummatnya. Pendapat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat Ad-Dukhan ayat 3-5.
Kata qadar bermakna kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an, serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Pendapat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 91.
Kata qadar bermakna sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi. Pendapat ini terdapat dalam surat Al-Qadr ayat 4 dan Al-Ra’d ayat 26.4 Banyak hal yang dilakukan di kalangan ummat Islam untuk menunggu dan menanti tibanya bulan suci Ramadhan. Terlebih lagi mereka sering kali menyibukkan dirinya untuk menanti malam lailatul qadar yang diyakininya
terdapat pada sepuluh akhir bulan Ramadhan.
Aktivitas ibadah mulai nampak lebih dari pada ibadah biasanya dengan disertai harapan yang begitu besar untuk mendapatkan dan menemukan malam lailatul qadar. Mereka sibuk menanti kehadiran malam tersebut, bahkan ada juga sampai tidak tidur demi mendapatkan
malam yang penuh kemuliaan itu, terus menerus melakukan ibadah seperti halnya
i’tikaf, bertasbih, shalat malam dan lain sebagainya.
















