Tidak hanya itu, bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa baik saat hamil atau pada saat pembuahan juga dapat tumbuh menjadi sedikit lebih pendek dan lebih kurus. Tetapi sekali lagi, perbedaan ini sangat kecil.
Puasa juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika berpuasa selama musim panas. Ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi. Namun, penelitian lain belum menemukan adanya perbedaan antara bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa dan yang tidak berpuasa.
Ada beberapa kekhawatiran bahwa puasa dapat memengaruhi seberapa baik bayi tumbuh di dalam rahim dan puasa juga dapat dikaitkan dengan persalinan prematur.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak bayi yang lahir lebih awal jika ibunya berpuasa, meskipun negara tempat tinggal juga memainkan peran yang sama.
Hukum puasa bagi ibu hamil menunjukkan bahwa dampak puasa selama kehamilan mungkin tergantung pada kesehatan ibu secara keseluruhan, tahap kehamilan dan kapan puasa dilaksanakan.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya apa dampak puasa terhadap kesehatan dan perkembangan bayi dan apa artinya bagi kesehatan anak di kemudian hari.
Secara umum, hukum puasa bagi ibu hamil, tidak dianjurkan ketika ibu hamil mengalami komplikasi selama kehamilan, seperti darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal, atau gangguan jantung.
Persiapan Puasa yang Tepat Bagi Ibu Hamil
Jika berat badan dan gaya hidup Moms sebagai ibu hamil sudah sehat secara umum, kemungkinan besar Moms bisa menjadi ibu hamil yanh dapat mengatasi puasa dengan lebih baik. Bayi Moms membutuhkan nutrisi dari ibunya dan jika tubuh Moms memiliki simpanan energi yang cukup, puasa kemungkinan akan berdampak lebih kecil.
Bagaimana tubuh Moms menangani puasa juga akan bergantung pada kesehatan Moms secara umum sebelum hamil, tahap kehamilan dan lamanya waktu Moms berpuasa di siang hari.
















