Kasus DBD di Lotim Melejit, Orang Dewasa Jadi Korban Terbanyak

Lombok Timur, PorosLombok.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali bikin was was. Dalam tiga bulan terakhir, tren penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti ini menunjukkan fluktuasi yang patut diwaspadai.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lotim mencatat sebanyak 183 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga Maret 2025. Puncaknya terjadi pada Februari dengan lonjakan hingga 74 kasus. Ironisnya, para penderita bukan lagi didominasi anak-anak, melainkan justru orang dewasa.

Kecamatan Selong menempati posisi tertinggi dengan 41 kasus, disusul Pringgabaya sebanyak 17 kasus dan Sakra 15 kasus.

“Lonjakan ini dipicu oleh musim hujan yang memperbanyak genangan air, tempat favorit nyamuk berkembang biak,” ungkap Kepala Bidang P3KL Dinkes Lotim, Budiman Satriadi, Senin (21/4).

Ia merinci, pada Januari tercatat 55 kasus, melonjak menjadi 74 kasus di Februari, lalu sedikit mereda pada Maret dengan 54 kasus. Meski jumlahnya cukup tinggi, Budiman memastikan tidak ada korban jiwa dalam periode tersebut.

Dinkes Lotim terus menggencarkan sosialisasi pentingnya pola hidup bersih dan gerakan 3M—menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

“Kami minta masyarakat tetap waspada. Jangan anggap enteng DBD. Pencegahan adalah kunci utama,” tegas Budiman.

Dengan tren yang belum sepenuhnya melandai, warga Lotim diimbau tak lengah. Ancaman DBD masih nyata, apalagi dengan perubahan cuaca yang tak menentu.

(*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU