Lombok Timur, PorosLombok.com – Memasuki musim kemarau, masyarakat di Kabupaten Lombok Timur diingatkan akan potensi munculnya berbagai penyakit yang dipicu oleh cuaca panas. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman, SKM, M.Ap, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini.
Menurut Dr. Fathurrahman, faktor lingkungan menjadi salah satu aspek utama yang mempengaruhi kesehatan selama musim kemarau.
“Panas dan perubahan cuaca dapat memicu timbulnya penyakit seperti batuk, pilek, dan diare. Ini adalah penyakit yang umum terjadi di musim ini,” jelasnya. Rabu (16/10),
Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan dalam kasus demam berdarah di Lombok Timur.
“Kami bersyukur bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi cukup baik, sehingga kasus demam berdarah masih terkendali,” tambahnya.
Dr. Fathurrahman menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.
“Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyebaran penyakit. Masyarakat harus rajin membersihkan area sekitar tempat tinggal mereka,” ujarnya.
Selain kebersihan lingkungan, faktor individu seperti imunitas tubuh juga sangat berperan. Ia menekankan bahwa pola makan sehat dan istirahat yang cukup adalah kunci untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
“Asupan nutrisi yang baik sangat penting. Pastikan makanan yang dikonsumsi mengandung protein hewani dan nabati serta buah-buahan,” sarannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesadaran perilaku sehat harus datang dari diri sendiri. Setiap individu bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. Menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat harus menjadi prioritas.
Pelayanan kesehatan yang baik juga turut mendukung pencegahan dan penanganan penyakit. Dinkes Lombok Timur telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat mengakses layanan medis dengan mudah,” katanya.
Dalam menghadapi musim kemarau, masyarakat diimbau untuk lebih banyak mengonsumsi air putih guna menghindari dehidrasi. Jangan sampai kekurangan cairan tubuh. Minum air putih yang cukup sangat penting, terutama saat cuaca panas.
Dr. Fathurrahman berharap, dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat Lombok Timur dapat menjalani musim kemarau ini dengan sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mari kita jaga kesehatan bersama,” pungkasnya.
Melalui himbauan ini, Dinkes Lombok Timur berharap masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan selama musim kemarau.
(Arul/PorosLombok)















