LOTIM – PorosLombok.com | UPT Puskeswan Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur berhasil menyabet Juara 2 Lomba Puskeswan Terbaik Nasional tahun 2023 yang diadakan Kementerian Pertanian RI. Penghargaan diserahkan oleh Kementerian Pertanian pada acara temu Puskeswan Nasional 2023 di Hotel Bigland Bogor, Selasa (12/12/2023).
Kepala Bidang Keswan dan Masyarakat Vetarian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur drh. Hultatang mengutarakan, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Lombok Timur, khususnya UPT Puskeswan Montong Gading yang telah berhasil mengangkat nama daerah di kancah nasional.
“Tentu ini menjadi penyemangat bagi kita di Lombok Timur, khususnya teman-teman UPT Puskeswan Montong Gading yang telah berhasil melalui seluruh tahapan seleksi yang tidak mudah,” kata Hultatang saat dikonfirmasi poroslombok via telepon.
Ia menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut sejak satu tahun lalu sebelum kemudian memulai tahapan pertama pada Oktober lalu. Tahapan lomba diawali dengan mengirimkan profil Puskeswan, layanan Puskeswan, dan inovasi Puskeswan.
“Kemudian diseleksilah di pusat. Setelah diseleksi, masuklah nama Puskeswan kita untuk dikunjungi. Dan dikunjungilah oleh pusat untuk penilaian selanjutnya,” tuturnya.
Dalam agenda kunjungan itu dokter hewan bersama UPT melakukan persentase terkait dengan seluruh dokumen yang telah disampaikan ke pusat, berkenaan dengan layanan dan inovasinya.
Berselang satu minggu setelahnya, tim panelis kembali mengumpulkan semua tim penilai dari seluruh provinsi beserta Puskeswan yang diusulkan untuk mempresentasikan kembali layanan dan inovasinya melalui zoom meeting.
“Dan disitulah diputuskan siapa juara Puskeswan Terbaik Nasional,” terang dia.
Ia menjelaskan, inovasi yang ditawarkan oleh Puskeswan Montong Gading adalah terkait gagasan Desa Binaan atau Kader Desa Peternakan yang pada intinya setiap desa memiliki petugas yang menghandle berbagai hal mulai dari jumlah populasi, layanan, lalu lintas ternak, vaksinasi, dan pembebasan penyakit yang seluruh kegiatannya terfokus di desa tersebut.
Menariknya, desa tersebut akan memberikan anggaran dari dana desanya untuk kegiatan peternakan dan kesehatan hewan. Sebagaimana diketahui, 20 persen dana desa untuk ketahanan hewani dan nabati.
Kolaborasi antara Pemerintah Desa dengan Puskeswan ini kemudian melahirkan satu program di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur yang tidak saja menyangkut kegiatan tetapi juga menyangkut anggaran.
“Jadi ada kolaborasi anggaran. Dari desa akan menganggarkan, dari dinas juga menganggarkan. Sehingga lahirlah program yang akan bisa menyelesaikan masalah peternakan dan melahirkan usaha-usaha di desa. Itu inovasinya,” paparnya.
Jika tahun ini mampu meraih juara 2 (dua), maka pada tahun 2024 nanti pihaknya bertekad untuk bisa menjadi juara 1 (satu). Untuk itu, pihaknya akan melakukan inovasi mengembangkan layanan berbasis digitalisasi.
Dengan mengembangkan layanan digitalisasi, Hultatang yang ikut berperan aktif dalam mempersiapkan keikutsertaan Puskeswan Montong Gading dalam ajang lomba tersebut optimis bisa meraih juara satu di tahun berikutnya, karena hal itu merupakan salah satu indikator penilaian.
Tujuan lomba tersebut, menurut Hultatang, untuk meningkatkan semangat dan motivasi para dokter hewan dan puskeswan yang ada terkait kegiatan layanan. Sejatinya, kegiatan tersebut tidak hanya didukung oleh pusat saja, tetapi juga harus didukung oleh daerah.
“Makanya ketika ada undangan untuk penyerahan penghargaan itu, yang diundang itu kepala daerahnya. Nah ini tentu agar ada perhatian terhadap Puskeswannya, dan perhatian terhadap perkembangan dan kesehatan hewannya,” pungkasnya.
(Anas/PL)
















