Waspada DBD! Tiga Wilayah di Lombok Timur Terancam, Masyarakat Diminta Siaga

Lombok Timur, PorosLombok.com – Musim hujan yang kini mengguyur Lombok Timur membawa ancaman besar bagi kesehatan. Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tiga wilayah yang terpantau rawan, yakni Puskesmas Sakra, Sukaraja, dan Rarang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Kesehatan Lingkungan (Kabid P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Budiman Satriadi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Selama tiga bulan terakhir, wilayah Sakra, Sukaraja, dan Rarang mencatatkan angka kasus DBD yang signifikan. Hal ini menjadi sinyal bahwa potensi penularan di kawasan ini cukup tinggi,” ujar Budiman pada Kamis (12/12).

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Lombok Timur langsung bergerak cepat dengan berbagai langkah preventif, seperti penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging di daerah-daerah dengan kasus aktif.

“DBD yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti sangat berbahaya dan dapat berujung pada kematian jika tidak segera ditangani,” tambahnya.

Pentingnya penerapan Gerakan 3M Plus juga ditekankan oleh Budiman. Gerakan ini meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.

“Setiap rumah tangga di wilayah-wilayah rawan seperti Sakra, Sukaraja, dan Rarang harus rutin menerapkan Gerakan 3M Plus ini,” tegasnya.

Selain itu, upaya penanggulangan DBD juga melibatkan penaburan larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk serta pemeliharaan ikan pemakan jentik. Budiman berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat memaksimalkan pencegahan.

“Kami berharap langkah-langkah ini dilakukan secara bersama-sama, agar dampaknya lebih maksimal,” ujarnya.

Warga di wilayah Puskesmas Sakra, Sukaraja, dan Rarang diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan secara rutin melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menanggulangi DBD ini,” tambah Budiman.

Dengan upaya yang terus-menerus dan kesadaran tinggi dari masyarakat, Dinas Kesehatan Lombok Timur berharap dapat menekan penyebaran DBD dan mengurangi dampaknya.

“Tanpa dukungan masyarakat, perjuangan ini akan sangat sulit,” tutupnya.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU