Bupati Lombok Tengah Perkuat Ekonomi Desa Lewat Safari Ramadhan

Bupati Pathul Bahri memperkuat ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih dan jamin perlindungan sosial warga dalam Safari Ramadhan Lombok Tengah di Praya Timur.

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Safari Ramadhan 1447 Hijriah malam kedua di Masjid Hidayaturrahman, Desa Mujur, Praya Timur guna memastikan program daerah tepat sasaran, Sabtu (21/2).

​Kemudian, Bupati H. Lalu Pathul Bahri memimpin rombongan pejabat teras yang terdiri dari Sekda hingga Forkopimda. Kehadiran mereka bertujuan menyerap aspirasi sekaligus memantau kondisi sosial wilayah secara langsung.

​Selain itu, momen ini mengawali penyaluran santunan anak yatim serta klaim BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris. Langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin perlindungan sosial.

​Selanjutnya, Pelaksana Harian Camat Praya Timur, Junaidi, berharap kegiatan tersebut mampu memperkokoh koordinasi struktural. Hubungan antarlevel ini sangat penting untuk mempercepat realisasi kebijakan di tingkat desa.

​“Harapan kami, melalui Safari ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Praya Timur dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah kecamatan,” ujarnya.

​Setelah itu, Bupati memaparkan sejumlah proyek strategis yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan instansi pertahanan diyakini bakal memacu perputaran uang di sektor jasa dan logistik lokal.

​Di sisi lain, sektor agraria mendapat sorotan tajam karena daerah ini memegang status penyangga pangan nasional. Otoritas setempat berkomitmen menjaga 50 ribu hektar lahan basah guna menjamin produksi gabah.

​Meskipun demikian, proyek Sekolah Rakyat kini masih menghadapi kendala penyesuaian regulasi lahan. Pemerintah segera menuntaskan masalah administrasi agar fasilitas pendidikan ini bisa warga nikmati segera.

​Sementara itu, pemerintah memperkuat ekonomi akar rumput melalui optimalisasi Koperasi Merah Putih. Lembaga ini tidak boleh membeli hasil panen petani di bawah harga netto yang telah ditetapkan daerah.

​“Koperasi Merah Putih tidak boleh mengambil keuntungan di luar ketentuan pemerintah. Uang harus tetap berputar di desa untuk menjamin kesejahteraan masyarakat desa,” tegas H. Lalu Pathul Bahri *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU