Poroslombok.com | LOTIM –
Hajatan Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur untuk mengembangkan kepariwisataan dengan Konsep dasar “Pariwisata alam lestari budaya kokoh dan norma ditaati” menjadi dasar utama.
Untuk melestarikan salah satu budaya, bupati lotim HM. Sukiman Azmy telah menetapkan penggunaan pakaian adat sasak harian sejak 24 Oktober 2019 silam, bagi seluruh ASN pada hari kamis.
Keputusan ini merespon kajian Kepala Dinas Pariwisata kala itu, yakni Dr. H. Mugni, M.Pd. Ditetapkannya penggunaan pakaian adat kepada para ASN sehari dalam sepekan sebagai jualan pariwisata, untuk melestarikan budaya menenun bagi masyarakat lotim.
“Dan tentu saja untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Dr. Mugni yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKPSDM Lotim, Kamis (21|7|22).
Untuk itu, terang dia, seluruh atribut pakaian adat harus dari kain tenun seperti sapuk, bebet dan kain. Sedangkan baju warna putih atau hitam dari pabrik untuk laki-laki. Sementara untuk perempuan harus pakai lambung warna hitam serta atribut lainnya dari kain tenun lombok timur.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa ASN Lombok Timur sudah menggunakan pakaian adat sesuai arahan bupati. Namun begitu, saat ini belum maksimal dalam mewujudkan tujuan dari diambilnya kebijakan tersebut.
Kondisi saat ini, dimana masih banyak yang sapuk-nya dari batik buatan pabrik, kain tenun dibeli bukan di lotim tapi di loteng, bahkan di bayan. Parahnya lagi, banyak ibu-ibu tidak memakai lambung tetapi memakai kebaya.
“Pokoknya macam-macam yang dipakai. Itu tidak menjadi daya tarik pariwisata lagi. Padahal daya tarik itu adalah keunikan. Unik diantara keseragaman,” cetusnya.
Lantaran itu, penggunaan pakaian adat sesuai yang dihajatkan, maka dipandang perlu untuk ditertibkan kembali. Untuk menertibkan penggunaan atribut pakaian adat tersebut, kepala BKPSDM telah mensosialisasikan PP 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
Salah satu bentuk disiplin itu, jelasnya, adalah disiplin berpakaian. Hari Kamis 21 Juli menjadi pekan pertama uji coba pemberlakuan penertiban itu dilaksanakan. Terang saja, para Kepala OPD mengupload ASN nya yang telah menggunakan pakaian adat sesuai yang diharapakn.
Tampak para ibu-ibu memakai lambung, berkain dan berselendang kain pringgasela. Tidak ketinggalan juga Ibu Ketua Umum Darma Wanita Lombok Timur (ibu sekda) yang saat ini menjadi Kabid di Dikes, telah menjadi contah yang baik dengan lambung, kain dan selendang Lombok Timur yang dengan apik digunakan.
Foto-foto ASN yang menggunakan kain, sapuk, bebet, selendang dari kain lombok timur dab ibu-ibu pakai lambung yang di upload di WA Gruf para kepala OPD mendapat respon dari Bupati Lombok Timur.
“AlhamduliLLAHi Rabbil’alamiiin.
Makin semarak warna warni tenunan asli Lotim. Rekan sejawat makin semangat bekerja. Makin lebar senyum para penenun kita. Insya Allah rizqi halal penuh berkah di anugerahi Yang Maha Kuasa. Insya Allah,” tulis Bupati Sukiman pada salah satu WA grup.
Ditegaskan Mugni, kedepan, BKPSDM akan terus gencar melaksanakan sidak untuk meningkatkan disiplin ASN sebagai pelaksanaan salah satu tupoksi nya, yakni Pembinaan Kinerja Aparatur dan Penghargaan.
“Untuk bulan Agustus, salah satu yang akan kita sidak adalah pakaian ASN di hari kamis. Sampai para ASN kita benar-benar menggunakan atribut pakaian adat yang sesuai,” pungkasnya menegaskan.
(Anas/pl)

















