Lombok Timur. Poroslombok.com –
Forum Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) kabupaten Lombok Timur mengadakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas BPD Lombok Timur.
Pelatihan tersebut diselenggrakan di Aula Green Orry desa Tetebatu Selatan kecamatan Sikur yang dilaksankan selama dua hari yaitu hari Senin ( 27/12) dan Selasa (28/12).
Adapun jumlah peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD ini diikuti sekitar 40 orang BPD yang berarasal dari 10 desa yaitu desa Tetebatu Selatan, Pematung, Rarang Selatan, Pringgabaya, Keroya, Embung Raja, Rarang, Wanasaba, Wanasaba Utara dan desa Pengadangan.
Sebagian besar yang mengikuti Bimtek ini adalah anggota BPD baru yang selesai dilantik beberapa bulan yang lalu, karena mengingat banyaknya pergantian anggota BPD di beberapa desa dan menginginkan adanya bimtek dan difasilitasi oleh forum BPD lotim.
Ada 4 materi pokok yang diberikan dalam Bimtek ini yaitu yang pertama bagaimana Peran BPD terhadap keuangan desa, yang kedua bagaimana mengadvokasi anggaran, ketiga Peran BPD terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di desa, dan yang keempat terkait banyaknya permasalahan tanah yang ada di desa.
Sekretaris Forum BPD Lombok Timur Dedy Febry Rachman, M.Pd. menyampaikan Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD ini terselenggara atas inisiasi dari anggota BPD yang ingin meningkatkan kapasitasnya melalui Forum BPD Lombok Timur.
“Kebetulan di tahun 2021 ini masih mempunyai anggaran dari masing-masing desa yang bersumber dari Dana Desa, sehingga kami menghimpun rekan-rekan dari seluruh desa yang ada di Lotim dan terjaring sekitar 10 desa dari kecamatan yang berbeda-beda” pungkas Dedy saat dikonfirmasi pada Selasa (28/21).
Tujuan diselenggarakan Bimtek ini lanjut Dedy tentunya untuk mengedukasi anggota BPD Lombok Timur dan meningkatkan kualitas dan kapasitas dari anggota BPD, baik itu dalam musyawarah desa maupun penyusunan peraturan-peraturan desa.
Disamping itu yang terpenting yang sangat diinginkan anggota BPD ini adalah agar sama-sama bisa membaca anggaran baik itu dari pemerintah desa dan BPD karena sumber Dana Desa banyak.
“Sumber dana yang masuk ke desa ada 4 yaitu Dana Desa transfer dari pusat, anggaran Dana Desa bersumber dari Kabupaten Lombok Timur, Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD), dan yang terakhir adalah pendapan asli desa” ungkapnya.
Selain itu juga terang Dedy, anggota BPD menginginkan adanya Peningkatan Kapasitas setiap tahunnya. Sehingga nantinya Forum BPD Lotim bisa menyelenggarakan kegiatan serupa setiap bulan, karena mengingat jumlah anggota Forum BPD Lombok Timur sebanyak 1.725 orang.
Dengan demikian Forum BPD nantinya akan mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas secara berkala yang rencananya akan diadakan lagi pada bulan Februari 2022.
“Kami akan evaluasi dulu di bulan Januari ini , setelah selesai Bimtek Peningkatan Kapasitas 10 desa ini, insyaallah di bulan Februari kami akan adakan Bimtek Peningkatan Kapasitas kembali secara berkala dari beberapa desa lainnya” terangnya.
Adapun hasil yang diharapakan dari Bimtek ini lanjut Dedy yaitu adanya peningkatan-peningkatan kualiatas dari anggota BPD baik itu dari penyusunan peraturan-peraturan desa, musyawarah-musayawarah sesuai dengan tupoksi BPD dan menjaring aspirasi masyarakat.
“Tentu saja outputnya adalah adanya peningkatan-peningkatan kapasitas rekan BPD dari masing-masing desa terlebih banyak sekali permasalahan di desa yang di temui” jelasnya.
Tak lupa Dedy mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang ikut andil sehingga bimtek tersebut dapat terselenggara dengan baik. Selain itu ia juga mengucapkan apresiasinya terhadap anggota BPD yang sangat antusias mengikuti Bimtek ini.
(Erwin/PL)

















