Kisah Perempuan Tangguh Penjual Gorengan Keliling

Lombok Timur. Poroslombok.com –

Berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari. Terkadang kerasnya cobaan hidup dalam mencari rezeki tidak membuat gentar masyarakat dalam menuntutnya.

Seperti yang di lakukan Harini. (36) tahun perempuan tangguh asal desa Montong Betok, kecamatan Montong Gading ini tidak putus semangat dalam mengais Rezeki, untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari,

Setiap hari Harini berjualan gorengan keliling. Hujan panas selalu ia lalui tanpa kenal lelah. Wanita 36 tahun ini mulai berjualan gorengan keliling sejak tahun 2006.

Harini menuturkan, barang dagangan yang dijajakannya bukan buatannya sendiri, akan tetapi diambil dari sahabatnya dengan keuntungan sistem komisi.

“Barang dagangan ini bukan saya yang buat, saya hanya sebagai penjual saja” ucap Harini saat ditemui Kamis (10/3).

Setiap hari, ia mulai mengayunkan langkah kakinya keliling berjualan dari pukul 08:30 wita sampai dengan 14:30 wita.

Untuk menjajakan dagangannya itu, Harini keliling hanya di seputaran desa Montong Betok saja, meliputi dusun Temusik, Keselet, Pedaleman, Gubuk Kantor dan Otak Desa.

“Hasil dagangan untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan biaya anak sekolah” tuturnya.

total harga barang dagangan yang dijajakannya setiap hari yakni kisaran harga Rp. 500.000. terkadang barang dagangan tersebut habis terjual, namun ia juga harus rela jika barang dagangan tersisa.

Selain menjadi pedagang gorengan, ia juga bekerja di salah satu tempat Praktik dokter yang ada di Montong Betok. Di tempat praktik dokter ini, ia bekerja sebagai tukang catat atau pendaftaran pasien – pasien yang akan berobat.

“Kalau sore sampai malam saya bekerja di tempat praktik dokter yang ada di gubuk kantor desa Montong Betok” tuturnya.

Ia berharap apa yang diialakukan tercatat sebagai ibadah karena demi membiayai sekolah buah hatinya.
(Erwin, PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU