PorosLombok.com – Dua cabang olahraga bela diri andalan Lombok Timur, Muaythai dan Kickboxing, menggelar latihan tanding bersama sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB baru baru ini.
Agenda strategis ini berlangsung di Pasar Bersih Masbagik guna mematangkan kesiapan fisik serta mental bertanding para atlet. Kolaborasi antar cabor tersebut menjadi terobosan baru untuk memperkuat daya saing kontingen daerah di level provinsi.
“Kegiatan sparing partner ini sangat efektif bagi atlet kami untuk saling mempelajari kemampuan lawan di atas ring,” kata pelatih Lalu Gempar Satria.Selasa (31/03/2026).
Meskipun memiliki aturan main yang berbeda, kedua disiplin bela diri ini memiliki kemiripan fundamental dalam teknik pukulan dan tendangan. Kesamaan dasar tersebut memudahkan para petarung melakukan adaptasi saat beradu sesuai kelas berat badan masing-masing.
“Kami menggunakan aturan kickboxing dalam sesi adu ketangkasan ini agar ritme pertarungan tetap terjaga,” ujarnya.
Fokus Upgrade Teknik dan Mental Bertarung Atlet
Latihan bersama ini bukan sekadar ajang unjuk kekuatan fisik, melainkan sarana silaturahmi untuk mempererat persaudaraan sesama pegiat bela diri. Semangat sportivitas menjadi pondasi utama dalam membangun atmosfer kompetisi yang sehat sejak dini.
“Fokus utama kami bukan mencari siapa yang menang atau kalah, tetapi wadah belajar untuk upgrade kemampuan bertarung,” jelas Lalu Gempar Satria.
Para instruktur menekankan pentingnya evaluasi mandiri setelah melihat performa rekan tanding dari cabang olahraga berbeda. Hal ini memberikan perspektif baru bagi atlet mengenai variasi serangan yang mungkin mereka hadapi saat turnamen resmi nanti.
“Muaythai cenderung lebih bebas aturannya, namun kolaborasi ini tetap mengasah ketajaman teknik dasar atlet,” katanya.
Target prestasi tinggi menjadi motivasi besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam agenda intensif tersebut. Muaythai Lombok Timur berencana menerjunkan 15 petarung terbaik, sementara Kickboxing menyiapkan delapan personel untuk merebut medali.
“Kami menargetkan minimal empat medali emas dari kombinasi dua cabang olahraga bela diri ini,” tegasnya.
Pihak manajemen optimistis kolaborasi lintas cabor akan melahirkan juara baru yang siap mengharumkan nama daerah. Sinergi latihan yang konsisten menjadi kunci utama dalam mewujudkan target juara umum pada ajang olahraga bergengsi tingkat NTB tersebut.*















