close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Temukan Indikasi Kejanggalan Pemilu DPD Dapil NTB, Tim ASA Lapor ke Bawaslu

Mataram,PorosLombok.com | Tim Calon anggota DPD RI Achmad Sukisman...

Meneropong Capain PAD Bapenda Lotim dari Beberapa Sisi, Meningkatkah?

LOTIM - PorosLombok.com | Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)...

Berdasarkan D1 Hasil Rekapitulasi, Nama Dedy Botak Nangkring di Urutan Pertama

LOTIM - PorosLombok.com | Salah satu Caleg muda potensial...

Objek Wisata Joben Ditutup, Masyarakat Diimbau Lebaran Topat di Rumah Saja

Lombok Timur. POROSLOMBOK – Menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Lombok Timur nomor 807/314/PAR/2021 tentang penutupan destinasi pariwisata selama 4 hari di Lombok Timur, Forkopimcam Montong Gading bergerak cepat dengan melakukan penyekatan di tiga titik jalan masuk menuju objek wisata Otak Kokoq Joben, pada Kamis ( 20/5/2021).

Saat di konfirmasi Camat Montong Gading, Mursidi Yamin, S.H. menyampaikan sebelum keluarnya Surat Edaran Bupati tersebut, ia telah melakukan sosialisasi baik melalui WA, di desa-desa, di masjid bahkan sampai ke sekolah – sekolah agar supaya masyarakat tetap melaksanakan pembatasan kerumunan dan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Dikes Lotim Pastikan Stock Obat Di Tahun 2023 Masih Aman

“Alhamdulillah dengan terbitnya Surat Edaran Bupati ini, jadi kita secara total akan menutup objek wisata Otak Kokoq Joben selama 4 hari, akan tetapi kemarin sebelum itu kita lakukan sosialisasi secara intens pada masyarakat dan kita kontrol kebawah seperti apa buah dari sosialisasi kita itu dan alhamdulillah berkat kerjasama juga dengan Polsek dan Koramil dan Pemdes Pesanggrahan, sehingga pelaksanaan pengamanan penutupan objek wisata Joben berjalan kondusif” terangnya.

Selanjutnya selaku Camat ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap mentaati himbauan pemerintah untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan untuk perayaaan Lebaran Topat masyarakat sebaiknya merayakannya di rumah saja bersama anggota keluarga, agar penyebaran Covid-19 dapat terputus.

Baca Juga :  Ketua SMSI Lotim Angkat Bicara Terkait Penganiayaan Jurnalis Oleh Oknum Pol-PP

“Kami berharap, karena untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini tidak bisa dari unsur pemerintah saja, harus kita sama-sama berikhtiar untuk menanganinya. Kalau perintah saja diharapkan dan tidak ada kesadaran dari masyarakat, ya ibaratnya kita bertepuk sebelah tangan. Jadi unsur Pemerintah, unsur Pemdes dan dengan kesadaran masyarakat, maka jika 3 unsur ini sudah bisa kita tegakkan maka Insyaallah Covid-19 bisa cepat berakhir” terangnya.

Baca Juga :  Satgas TPPO Polres Jajaran Polda NTB Sedang Tangani Satu Kasus Dugaan TPPO

Lebih jauh Mursidi Yamin menyampaikan bahwa sekarang Lombok Timur berada di Zona Kuning. Dengan penutupan Objek Wisata untuk sementara, akan menjadi langkah penegasan untuk menghindari kerumunan bagi masyarakat, apalagi biasanya selesai lebaran, masyarakat berbondong- bondong menyerbu objek wisata, terlebih objek wisata Joben tegas Mursidi bisa menampung seribu lebih pengunjung.

“Kalau tidak seperti ini masyarakat akan lalai, nah inilah tujuan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya cluster – cluster baru” tutupnya.
(Mr)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru