Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur, kembali melakukan terobosan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 19 ekor sapi disalurkan kepada warga, sebagai bagian dari program pemberdayaan yang menggunakan alokasi 20 persen Dana Desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kepala Desa Rarang, Lalu Sahradi, mengatakan bahwa alokasi dana desa ini sengaja difokuskan untuk sektor peternakan, karena dianggap memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan sapi sebagai komoditas utama, Pemdes berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian desa.
“Bantuan ini bukan hanya untuk diberikan begitu saja. Kami memberikan sapi sebagai modal usaha, dengan biaya Rp250 ribu per tahun yang harus dibayar oleh penerima bantuan. Kalau sapinya gemuk dan dijual, keuntungan tetap untuk mereka. Ini adalah cara kami memberdayakan masyarakat agar mereka bisa mandiri,” ujar Lalu Sahradi, Kamis (6/2).
Setiap penerima bantuan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas pemeliharaan sapi yang diberikan. Lalu Sahradi menekankan bahwa pengelolaan bantuan ini harus dilakukan dengan serius, agar manfaat yang didapatkan dapat dirasakan secara maksimal oleh warga.
“Penerima bantuan harus merawat sapi dengan baik. Semua bantuan ini adalah modal usaha yang harus dipertanggungjawabkan. Program ini bukan hanya soal memberi, tapi soal membangun keberlanjutan ekonomi di desa,” tegasnya.
Sistem tanggung jawab ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran pada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan ternak mereka. Pemdes berharap, melalui sistem yang diterapkan, bantuan yang disalurkan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Selain sapi, Pemdes Rarang juga mengembangkan program serupa pada ternak ayam. Dengan dua komoditas utama ini, Pemdes berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi warga dan mengurangi ketergantungan mereka pada sektor lain yang tidak berkelanjutan.
“Pemdes ingin memastikan agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar memberi dampak positif. Kami ingin warga tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi juga belajar untuk mengelola usaha peternakan mereka dengan baik,” tambah Lalu Sahradi.
Program bantuan sapi dan ayam ini merupakan langkah Pemdes Rarang dalam memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan sektor peternakan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk jangka pendek, tetapi juga untuk menciptakan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Lalu Sahradi memastikan bahwa Pemdes Rarang akan terus mendukung program ini dan memastikan semua dana desa digunakan dengan tepat dan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Pemdes optimistis pemberdayaan ekonomi ini akan membawa perubahan positif bagi masyarakat Rarang.
Arul | PorosLombok














