Siap-Siap Warga Lombok Timur Akan Segera Terima Sembako 198.776 Paket

Dinas Sosial Lombok Timur segera menyalurkan 198.776 paket sembako senilai Rp30 miliar bagi warga Desil 1-3 guna menjaga daya beli dan menekan dampak inflasi menjelang hari raya Idul Fitri.

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Sosial menjadwalkan pendistribusian sebanyak 198.776 paket bantuan bahan pokok bagi keluarga kurang mampu yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten pada pekan ini.

​Langkah masif tersebut menjadi komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus memberikan perlindungan sosial menjelang perayaan hari raya Idul Fitri.

​“Penyaluran bantuan sudah memasuki tahap akhir dan saat ini paket sedang dalam proses pengepakan untuk segera dikirim,” ujar Kepala Dinas Sosial Lombok Timur Siti Aminah, Selasa (10/3).

​Siti Aminah menegaskan bahwa sasaran utama penerima manfaat adalah warga yang masuk dalam kategori ekonomi rendah berdasarkan basis data Desil 1 hingga Desil 3 di tingkat desa.

​“Jika masih terdapat sisa kuota setelah kategori prioritas terpenuhi, maka bantuan akan menyasar masyarakat dengan tingkat desil lebih tinggi,” katanya.

​Proses verifikasi lapangan terus dilakukan secara intensif dengan merujuk pada data terbaru November 2025 guna memastikan ketepatan sasaran serta menghindari potensi kesalahan administrasi.

​“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelontorkan anggaran total yang fantastis mencapai angka Rp30 miliar untuk menyukseskan program ini,” jelasnya.

​Setiap paket logistik yang akan diterima masyarakat tersebut berisi kebutuhan pokok esensial mulai dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, hingga 1 kilogram gula pasir.

​“Pendistribusian akan dilakukan langsung ke kantor desa masing-masing oleh pihak penyedia yang telah kami tunjuk secara resmi,” ujarnya.

​Mekanisme pengiriman ke titik terdekat di desa dirancang untuk mempercepat akses pengambilan bagi warga sehingga bantuan dapat segera tersaji di meja makan keluarga penerima.

​“Program bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu, terutama menjelang perayaan hari raya Idul Fitri mendatang,” katanya.

​Upaya ini diprediksi akan menjadi bantalan ekonomi yang kuat bagi masyarakat dalam menghadapi tren kenaikan harga pangan yang kerap terjadi di pasar tradisional menjelang lebaran.

​“Kami pastikan seluruh proses berjalan transparan agar masyarakat mendapatkan manfaat maksimal dari alokasi anggaran daerah ini,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU