Lentera Ramadan Dimulai dari Lombok Utara, Gubernur Tegaskan NTB Tak Boleh Mataram-Sentris

Gubernur NTB buka Lentera Ramadan di KLU guna tegaskan pemerataan pembangunan non-Mataram sentris sekaligus perkuat sistem digital Bank NTB Syariah dan UMKM lokal.

​(PorosLombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meresmikan pembukaan Lentera Ramadan di Kabupaten Lombok Utara sebagai simbol pemerataan pembangunan daerah agar tidak lagi terpusat hanya di Kota Mataram, Kamis (26/2).

​Langkah strategis ini bertujuan menghapus dominasi pembangunan di ibu kota. Fokus pemerintah kini menyasar seluruh wilayah Bumi Gora tanpa terkecuali agar keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dapat segera terwujud.

​”Pembangunan di NTB tidak boleh Mataram-sentris, harus menyebar dari Ampenan sampai Sape,” tegas Gubernur NTB saat memberikan sambutan resmi di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi pembukaan acara tersebut.

​Agenda religi ini segera menyisir Lombok Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu. Rangkaian acara kemudian berlanjut ke Lombok Tengah sebelum nantinya berakhir di kota tertua di provinsi tersebut sebagai lokasi puncak penutupan.

​Pemerintah Provinsi juga memberi perhatian khusus pada penguatan sistem digital perbankan. Bank NTB Syariah kini tengah menjalani pembenahan sistem keamanan siber secara menyeluruh untuk melindungi data seluruh nasabah daerah.

​Manajemen sengaja merekrut eksekutif IT bank digital nasional guna meyakinkan Bank Indonesia bahwa sistem internal perusahaan kini jauh lebih aman serta sangat tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan siber, jelasnya.

​Pemberdayaan UMKM dan Perbankan Daerah

​Pembenahan tersebut membuahkan kepercayaan besar dari pemerintah pusat. Kini bank daerah ini dipercaya mengelola dana BGN nasional setelah Bank Jabar karena dinilai memiliki infrastruktur digital yang sangat memadai.

​”Kami serius membenahi, mohon dukungan dan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan Bank NTB,” ujar mantan Dubes turki itu

​Acara yang menghadirkan musisi religi Opick ini melibatkan 60 UMKM lokal. Keterlibatan mereka bertujuan menggerakkan roda ekonomi kreatif serta memberikan ruang promosi bagi produk unggulan masyarakat di tingkat kabupaten.

​Gubernur berharap momentum ini menjadi sarana promosi efektif bagi produk unggulan daerah. Hasilnya harus memberikan dampak finansial nyata bagi warga sekitar yang terlibat langsung dalam bazar selama kegiatan berlangsung, katanya.

​Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar merasa bangga atas kepercayaan ini. KLU resmi terpilih sebagai titik awal rangkaian kegiatan berskala provinsi yang diharapkan mampu memicu semangat pembenahan di berbagai sektor wilayah.

​”Lombok Utara saat ini sedang berbenah, kami berharap dukungan Pemerintah Provinsi agar masyarakat semakin maju,” ujarnya seraya memaparkan progres penataan alun-alun serta penguatan fungsi Islamic Center kabupaten.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU