PorosLombok.com – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Utara tancap gas menyalurkan berbagai program bantuan sosial kepada ratusan warga kategori fakir, miskin, hingga mualaf guna meringankan beban ekonomi selama bulan suci.
Lembaga pengelola zakat ini memastikan distribusi logistik dan santunan tunai menjangkau sepuluh desa tertinggal untuk menjamin masyarakat kurang mampu dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa kesulitan pangan.
“Awal Ramadan kemarin kami sudah melakukan distribusi bantuan untuk fakir, miskin, dan mualaf di sepuluh desa dengan total 760 orang penerima,” ujar Ketua BAZNAS Lombok Utara Selamet Riyadi pada Kamis (2/3/2026).
Tokoh yang akrab disapa Selamet ini menjelaskan bahwa verifikasi data lapangan dilakukan secara ketat agar dana umat tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan sesuai syariat Islam.
BAZNAS Lombok Utara turut memperkuat agenda Safari Ramadan Pemerintah Daerah dengan menyiapkan dana stimulan pembangunan sebesar Rp 5 juta bagi setiap masjid yang menjadi lokasi kunjungan resmi kepala daerah.
Dana hibah rumah ibadah tersebut dijadwalkan menyasar 15 masjid lintas kecamatan sebagai bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan kualitas sarana prasarana peribadatan di wilayah pelosok Lombok Utara.
“Kami juga aktif mendukung kegiatan Safari Jumat pimpinan daerah, salah satunya yang telah terlaksana di Masjid Sedutan, Dusun Lokorangan,” katanya.
Setelah menyasar wilayah Kayangan, agenda penguatan syiar Islam selanjutnya direncanakan berlangsung di Masjid Bulansemu, Desa Segara Katon dengan skema pemberian bantuan serupa.
Lembaga ini sekarang sedang mematangkan persiapan penyaluran insentif bagi marbot dan guru mengaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kehidupan religius di tingkat dusun.
Target sasaran mencakup 365 marbot di 43 desa serta 300 guru mengaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda memahami Al-Qur’an secara sukarela.
“Bantuan untuk keluarga yang sedang sakit tetap kami berikan secara langsung apabila seluruh persyaratan administrasinya sudah dinyatakan lengkap,” jelasnya.
Bagi pemohon yang dokumennya belum terpenuhi, pihak lembaga akan melakukan penghimpunan data terlebih dahulu guna disalurkan secara berkala sesuai dengan skala prioritas urgensi medis yang dialami warga.
Manajemen pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah tahun ini dilakukan secara ekstra cermat mengingat tingginya volume permintaan bantuan kesehatan dan modal usaha yang masuk selama momentum Ramadan.
Pihak pengelola menegaskan bahwa seluruh sumber pendanaan berasal murni dari himpunan dana sosial keagamaan masyarakat yang dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.
Terkait pelaksanaan zakat fitrah menjelang Idulfitri, lembaga ini memposisikan diri sebagai koordinator pelaporan pengumpulan dari setiap panitia masjid di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara.
“Zakat fitrah ini kami hanya meminta laporan dari masjid mengenai berapa jumlah yang terkumpul dan ke mana saja arah penyalurannya,” pungkasnya.*














