PorosLombok.com – Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso Mataram memperingatkan seluruh vendor program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperketat standar kebersihan guna mencegah terjadinya keracunan pangan massal di wilayah NTB.
​Lembaga pengawas ini menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan program nasional tersebut sangat bergantung pada kedisiplinan penyedia jasa dalam menjaga sanitasi tempat produksi demi menjamin kesehatan para siswa penerima manfaat di sekolah.
​”Higiene sanitasi adalah kunci keberhasilan program MBG, jadi vendor harus benar-benar memperhatikan proses pemasakan,” tegas Yogi.kepada PorosLombok, Senin (02/03).
​Instansi ini mengingatkan bahwa pemilihan bahan baku yang tidak selektif dapat menjadi pemicu utama munculnya bakteri berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa para konsumen yang mengonsumsi produk pangan siap saji tersebut setiap harinya.
​”Para pengusaha atau vendor wajib hati-hati dalam pemilihan produk pangan atau bahan baku yang akan digunakan dalam proses pemasakan,” jelasnya.
​Balai POM memposisikan diri sebagai benteng terakhir yang akan melakukan uji laboratorium secara menyeluruh jika ditemukan indikasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) yang dilaporkan oleh pihak Dinas Kesehatan kabupaten maupun kota.
​”Seluruh KLB KP di wilayah NTB ini kami yang uji laboratoriumnya berdasarkan sampel dari petugas surveilans dinas kesehatan,” katanya.
​Lembaga ini menjelaskan bahwa meskipun kewenangan pembinaan harian ada di Dinas Kesehatan, mereka tetap memantau pergerakan kualitas pangan siap saji tersebut secara berkala melalui koordinasi intensif bersama Satgas Pengawas Pangan daerah.
​”Kami tetap memberikan masukan kepada Satgas Pengawas Pangan terkait regulasi karena kami tidak punya kewenangan langsung intervensi di MBG,” jelasnya.
​Tindakan tegas berupa penyelidikan ranah pidana akan diambil jika hasil pengujian membuktikan adanya unsur kesengajaan yang mengabaikan keselamatan konsumen sesuai dengan aturan yang tertuang di dalam Undang-Undang Pangan yang berlaku saat ini.
​”Jika ditemukan indikasi tindak pidana yang disengaja dan mengakibatkan keracunan, kami akan lakukan penyelidikan ke sana,” tegasnya.
​Sinergi antara vendor dan petugas surveilans kesehatan sangat diharapkan agar rantai distribusi makanan tetap steril hingga sampai ke tangan masyarakat luas guna menghindari adanya tuntutan hukum akibat kelalaian dalam proses produksi pangan*
















