Mataram,PorosLombok – Geliat ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan yang melonjak drastis selaras dengan menyusutnya angka kemiskinan serta pengangguran di wilayah tersebut.
Berdasarkan rilis terbaru, produk domestik regional bruto (PDRB) NTB pada Triwulan IV-2025 terbang 12,49 persen secara year on year. Tren positif juga menyelimuti pertumbuhan kumulatif sepanjang tahun lalu yang menyentuh angka 3,22 persen.
Sektor Industri Jadi Mesin Utama
”Industri pengolahan dan pertambangan menjadi motor utama, namun sektor pertanian tetap berperan penting menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Kepala BPS NTB, Wahyudin, di Mataram, Kamis (5/2/2026).
Operasional smelter yang kian optimal memicu lompatan terbesar pada sektor industri pengolahan hingga meroket 137,78 persen. Pada saat yang sama, kenaikan produksi konsentrat tembaga mendorong lapangan usaha pertambangan menguat 25,32 persen secara quarter to quarter.
”Sektor perdagangan besar dan eceran ikut mendorong pergerakan ekonomi domestik seiring meningkatnya aktivitas konsumsi dan distribusi barang,” tutur Wahyudin.
Rekor Ekspor dan Penurunan Kemiskinan
Sisi pengeluaran juga mencatat rekor lewat nilai ekspor luar negeri yang menembus USD 1,096 miliar atau melesat 103,11 persen. Kondisi ekonomi yang membaik ini secara otomatis berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dengan turunnya angka kemiskinan menjadi 11,38 persen per September 2025.
Menanggapi laporan positif tersebut, Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menilai bahwa data BPS memberikan sinyal yang sangat kuat terhadap kesehatan ekonomi daerah. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan yang bersumber dari industri dan ekspor telah memberikan efek domino yang nyata.
”Jumlah penduduk bekerja terus meningkat, dan kemiskinan turun lebih dari 21 ribu orang dibanding 2024. Ini menegaskan bahwa roda ekonomi NTB bergerak ke arah yang lebih produktif,” jelas pria yang akrab disapa Aka tersebut.
Pengangguran Terbuka Semakin Melandai
Sektor ketenagakerjaan melengkapi rapor hijau ini dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level 3,05 persen. Bidang konstruksi dan jasa akomodasi menjadi penyerap utama dari total 3,14 juta orang yang kini telah bekerja.
Masih dalam kesempatan yang sama, Aka menekankan bahwa capaian mentereng ini menjadi bukti efektivitas strategi pembangunan pemerintah daerah. Ia memastikan pemerintah akan terus mengawal tren positif ini agar manfaatnya lebih merata ke seluruh lapisan.
”Capaian tersebut menjadi modal optimisme bahwa arah pembangunan NTB berada pada jalur yang tepat untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.















