PorosLombok.com – Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota Mataram memutuskan mengadu nasib dalam seleksi terbuka. Mereka memperebutkan 13 kursi JPT Pratama melalui lelang jabatan Pemprov NTB,.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengonfirmasi eksodus birokrat ini. Ia mengaku telah menerima berkas permohonan rekomendasi dari beberapa bawahannya.
”Tiga orang sudah datang langsung menghadap saya untuk meminta restu pendaftaran,” ujar Lalu Alwan Basri, Sekda Kota Mataram.Selasa (24/02).
Alwan menduga angka peminat terus bertambah melalui koordinasi internal. Para peminat bisa melapor pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah masing-masing tanpa harus melewati meja Sekda.
Pihak Pemkot Mataram memberi dukungan penuh bagi para abdi negara. Langkah ini bertujuan agar iklim kompetisi pada lelang jabatan Pemprov NTB tetap berjalan sehat.
”Kami tidak akan menghalangi atau mempersulit aparatur yang berniat meningkatkan karier,” katanya.
Ia juga menampik isu gejolak internal sebagai pemicu minat pindah tugas. Menurutnya, hal ini murni dorongan profesionalisme untuk mencari tantangan baru.
Surat permohonan izin tersebut fokus pada keinginan berkontribusi bagi daerah. Alasan tersebut bertujuan memajukan Provinsi NTB secara menyeluruh tanpa menyinggung rasa kecewa, jelasnya.
Sekda menjamin stok sumber daya manusia pada level eselon III masih melimpah. Ketersediaan SDM ini sangat cukup untuk melakukan regenerasi jabatan secara cepat.
Figur potensial dari kalangan lurah hingga kepala bidang kini siap mengisi posisi kosong. Langkah tersebut akan menjaga stabilitas roda pemerintahan di ibu kota provinsi.*.
















