Mataram, PorosLombok— Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengecam keras kasus kekerasan seksual di Lombok Timur yang menimpa dua santriwati di Sukamulia baru-baru ini.
Aksi bejat oknum pimpinan pesantren tersebut ia nilai merusak ruang aman bagi pertumbuhan anak-anak di wilayah Bumi Gora.
”NTB harus menjadi zona aman bagi anak. Siapa pun pelakunya, kriminal tetap kriminal dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Iqbal, Sabtu (31/1/2026).
Mantan Dubes RI untuk Turki ini memandang kekerasan seksual di Lombok Timur sebagai kejahatan kemanusiaan serius yang menghancurkan masa depan generasi bangsa.
Ia menuntut aparat bertindak tegas dan memberikan perlindungan maksimal bagi setiap penyintas agar mendapatkan keadilan yang nyata.
”Oleh karena itu, tidak boleh ada pembiaran. Negara harus berdiri di sisi korban untuk melawan kejahatan ini,” imbuh Miq Iqbal.
Selanjutnya, Iqbal memperingatkan masyarakat agar tidak menyematkan stigma negatif pada institusi pesantren akibat ulah bejat oknum pimpinan yang tidak bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa perilaku amoral tersebut murni penyimpangan pribadi dan bukan representasi nilai luhur lembaga pendidikan agama secara kolektif.
”Meskipun peristiwa ini terjadi di pesantren, publik jangan menyalahkan lembaga secara keseluruhan karena ini merupakan tindakan personal,” urai Iqbal mendalam.
Pemulihan Trauma dan Kawal Proses Hukum
Pemerintah Provinsi NTB kini berkomitmen mengawal proses hukum kasus kekerasan seksual di Lombok Timur agar berjalan transparan hingga tuntas di pengadilan.
Langkah ini bertujuan menjamin hak-hak korban terpenuhi serta memastikan pelaku mendapatkan sanksi pidana maksimal sesuai undang-undang yang berlaku.
”Gubernur menjamin kehadiran negara melalui proses hukum yang adil, transparan, serta berpihak sepenuhnya pada pemulihan korban,” sahut Kadiskominfotik NTB, Ahsanul Khalik.
Aka, sapaan akrabnya, mengapresiasi gerak cepat Polda NTB dalam membongkar fakta memilukan terkait skandal kekerasan seksual di Lombok Timur tersebut.
Saat ini, pemerintah fokus memberikan bantuan medis dan psikologis intensif guna memulihkan trauma mendalam yang dialami oleh para penyintas.
”Maka dari itu, kami memberikan perhatian khusus. Negara fokus memulihkan trauma agar para penyintas kembali menjalani kehidupan bermartabat,” jelas Aka.
Terakhir, tim Dinsos P3A dan RS Mutiara Sukma terus mendampingi korban guna menjaga stabilitas emosional mereka selama masa pemulihan berlangsung.
Pemprov NTB juga memperketat pengawasan lingkungan pendidikan demi mencegah terulangnya tragedi kekerasan seksual di Lombok Timur di masa mendatang.
”Pemerintah pun memberikan jaminan perlindungan privasi bagi para korban agar mereka terhindar dari tekanan sosial lingkungan sekitar,” pungkasnya menutup keterangan.
(porosLombok)

















asaalmualekum mq gup tolog di selskan secepat mugkin permasalahan asusila di pondok itu biar cepat reda karna masarakat udah geram igin mghancur kan pondok itu