Mataram – Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat memetakan kekuatan ekonomi melalui high-level meeting menjelang Ramadan. Pertemuan strategis ini fokus menjamin stabilitas pasokan pangan dan memantau perkembangan sektor pertanian lokal.
”Pertama, persiapan untuk menyambut Ramadan, dan kedua, mendengarkan perkembangan dari Dinas Pertanian mengenai interaksi tanam,” ujar Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurahman, Selasa (3/2/2026).
Miftahurahman menjelaskan inflasi di Mataram naik dari 3,21 persen pada Januari 2025 menjadi 3,69 persen pada periode yang sama tahun ini. Faktor pemicu utama kenaikan 0,48 persen tersebut adalah lonjakan harga emas perhiasan dan penyesuaian tarif listrik.
”Inflasi ini dipicu oleh kelompok administrative price, termasuk harga beras yang terdampak kondisi global,” tuturnya.
Meski inflasi meningkat, ia mencatat komoditas tomat dan cabai justru mengalami deflasi dengan stok melimpah. Pemerintah mengklaim keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari operasi pasar keliling sejak awal tahun.
”Kami memastikan ketersediaan pasokan bahan makanan tetap aman melalui pemantauan kolaboratif bersama dinas terkait,” tegas Miftahurahman.
Ia meminta warga tetap waspada terhadap tren kenaikan harga daging ayam dan cabai di pasar tradisional. Namun, ia menyarankan daging sapi sebagai pilihan utama karena harganya lebih stabil.
”Harga mulai naik, terutama cabai dan daging ayam, namun daging sapi tetap stabil,” pungkasnya.
Tim lapangan Dinas Perdagangan mengonfirmasi fluktuasi harga tersebut melalui pantauan langsung di pasar-pasar besar.
Kabid Bapokting Dinas Perdagangan Mataram, Sri Wahyunida, menyebut harga cabai di Pasar Mandalika kini menyentuh Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga daging ayam ras karena tingginya permintaan pasar.
”Meski naik tapi masih terjangkau, kondisi kita masih relatif aman,” terang Wahyunida.
Pemerintah kota berkomitmen memperluas jangkauan pasar murah di berbagai titik strategis. Langkah intervensi ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa.
”Kami akan meningkatkan kembali program Kopling dan bazar untuk menekan inflasi,” tutupnya.
(porosLombok)














