PorosLombok.com – Pemerintah Kota Mataram mengerahkan pasukan kuning dan seluruh jajaran birokrasi untuk menyisir sampah di sepanjang pesisir Pantai Ampenan hingga Loang Baloq. Aksi bersih-bersih massal ini digelar pada Jumat (27/03/2026).
Langkah taktis tersebut bertujuan memastikan kenyamanan ribuan warga yang akan merayakan tradisi Lebaran Topat 1447 Hijriah esok hari. Fokus utama gotong royong menyasar titik-titik krusial yang diprediksi menjadi pusat kerumunan massa.
”Kegiatan ini melibatkan unsur perangkat daerah hingga tingkat kelurahan untuk menata kawasan pesisir agar lebih rapi,” katanya.
Seluruh elemen masyarakat tampak bahu-membahu membersihkan sisa material laut dan limbah plastik yang mengotori bibir pantai. Petugas kebersihan juga melakukan normalisasi saluran drainase guna mengantisipasi genangan saat perayaan berlangsung.
Pusat keramaian utama tahun ini akan terkonsentrasi di dua lokasi religius yakni Makam Bintaro dan kawasan wisata Loang Baloq. Kedua titik tersebut selalu menjadi magnet bagi peziarah dari berbagai penjuru Pulau Lombok setiap tahunnya.
”Kita fokus pada penataan akses jalan dan area parkir agar sirkulasi kendaraan pengunjung besok tidak macet total,” ujarnya.
Pihak kecamatan telah membagi zona tugas bagi personel lapangan untuk menyisir setiap jengkal fasilitas umum di wilayah Ampenan. Pendirian tenda-tenda darurat dan posko pengamanan juga mulai terlihat di beberapa sudut strategis pantai.
Kesiapan infrastruktur pendukung ini dinilai sangat genting mengingat tingginya antusiasme warga dalam merayakan tradisi seminggu setelah Idul Fitri. Pemerintah tidak ingin kesan kumuh merusak momen silaturahmi akbar masyarakat.
”Area publik harus benar-benar steril dari tumpukan sampah sebelum puncak acara ziarah makam dimulai,” jelasnya.
Selain aspek keindahan, penataan ini juga mencakup pengaturan pedagang kaki lima agar tidak mengganggu jalur pedestrian pejalan kaki. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna menjamin keamanan serta ketertiban di lokasi wisata religi.
Tradisi tahunan ini diharapkan mampu berjalan khidmat sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal di pesisir. Lingkungan yang bersih menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan domestik.
”Pemerintah kota berkomitmen menghadirkan suasana Lebaran Topat yang nyaman, tertib, dan bersih bagi seluruh lapisan warga,” pungkasnya.*















