Keberadaan Sekolah Penggerak di Lotim Diharapkan Mampu Tularkan Dampak Positif

LOTIM – Program sekolah motivasi atau Sekolah Penggerak merupakan program pemerintah pusat yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Sekolah Mengemudi (penggerak) akan menjadi cara akselerasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui penciptaan peserta didik Pancasila.

Program sekolah mengemudi berfokus pada pengembangan holistik hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, dimulai dengan sumber daya manusia yang unggul (kepala sekolah dan guru). Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Hadi Jayari di ruang kerjanya, selasa (03/08/21).

Hadi Jayari memaparkan, dari 753 sekolah dasar yang ada di Lombok Timur ada 400 sekolah yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi program sekolah penggerak. Dari jumlah itu kemudian terdapat 24 sekolah yang lulus yang terdiri dari 20 SD Negeri dan 4 SD Swasta.

Jumlah tersebut, menurut Hadi Jayari, merupakan jumlah terbanyak se-NTB. Sementara bagi kabupaten lain di NTB seperti Bima, Sumbawa dan lain-lain hanya mendapatkan 2 sampai 3 sekolah saja yang lulus seleksi sebagai sekolah penggerak atau motivator.

“Dari lima ribu sekolah penggerak se-Indonesia yang ditetapkan pada tahun pertama ini, Alhamdulillah Lombok Timur mendapatkan yang terbanyak se-NTB,”ungkap Hadi Jayari.

Selain sekolah dasar (SD), terdapat juga 18 sekolah menengah pertama (SMP) dan 6 sekolah taman kanak-kanak (TK). Sehingga total keseluruhan sekolah penggerak yang ada di Lombok Timur adalah sebanyak 48 sekolah.

Ia juga menjelaskan, dimana sekolah penggerak memiliki metode dan pendekatan yang berbeda, yakni pendekatan iteraktif antara guru dan murid sehingga terbangun hubungan emosional yang lebih dekat.

“Jadi ketika murid datang ke sekolah tidak lagi lagi murid merasa kaku dan takut kepada guru. Tapi akan ada nuansa kekeluargaan, sehingga murid merasa betah dan tidak cepat bosan,”ujarnya.

Dengan adanya program sekolah penggerak diharapkan para siswa mampu berinovasi. Selain itu, ia juga berharap keberadaan sekolah penggerak di Lombok Timur dapat menularkan dampak positif bagi sekolah-sekolah lain yang ada di sekitarnya.(ns_pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU