(PorosLombok.com) – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara resmi membuka fasilitas Ruang Praktik Siswa (RPS) bidang kuliner di SMKN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (25/2). Momentum ini menandai penguatan nyata kualitas vokasi daerah.
​”Saya memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan standar mutu SMA, SMK, maupun SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi,” ujarnya.
​Mantan Dubes Turki tersebut memberikan apresiasi mendalam atas pengabdian tanpa lelah para tenaga pendidik dalam mencetak generasi unggul masa depan. Dedikasi guru menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan daerah.
​”Harapan saya cuma satu, jadilah sosok guru yang memang layak dihormati serta menjadi teladan sejati bagi semua murid-muridnya,” katanya.
​Pria kelahiran Praya tersebut bercerita bahwa kesuksesannya saat ini tidak lepas dari keberkahan atas integritas para pengajar terdahulu. Sosok pendidik merupakan pilar yang membentuk karakter serta mentalitas anak bangsa.
​”Bapak dan ibu sekalian memegang peran krusial sebagai orang tua siswa di sini, maka rasa tanggung jawabnya wajib setara,” tegasnya.
​Pemerintah daerah kini memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan pengajar agar kualitas instruksional di kelas meningkat pesat. Keseimbangan hak dan kewajiban guru menjadi fokus utama dalam kebijakan pendidikan terkini.
​”Langkah rotasi kepala sekolah yang telah menjabat lebih dari lima belas tahun ini murni untuk penyegaran organisasi dan semangat baru,” jelasnya.
​Gubernur menjamin kebijakan mutasi tersebut bertujuan memperbaiki kualitas institusi tanpa ada unsur subjektivitas tertentu. Hal ini mendukung efektivitas kepemimpinan di seluruh satuan pendidikan menengah wilayah NTB.
​”Keputusan tersebut semata-mata demi meningkatkan mutu sekolah secara objektif karena saya tidak memiliki kepentingan pribadi apa pun,” ucapnya.
​Persoalan sulitnya alumni menembus pasar kerja akibat ketiadaan bukti kompetensi juga menjadi atensi serius orang nomor satu di NTB itu. Sertifikasi merupakan tiket utama bagi siswa untuk bersaing pada level global.
​”Lulusan yang memegang sertifikat akan lebih mudah terserap di dunia kerja internasional maupun perusahaan besar dalam negeri,” pungkasnya.*
















