PorosLombok.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat langsung menerjunkan tim terpadu guna menangani musibah kebakaran permukiman di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Insiden maut ini menghanguskan puluhan rumah warga pada Ahad (22/3/2026).
Juru Bicara Pemprov NTB H. Ahsanul Khalik menegaskan bahwa pimpinan daerah menginstruksikan pemenuhan kebutuhan dasar korban secara instan. Langkah darurat ini menjadi prioritas utama di tengah suasana perayaan Hari Raya Idulfitri.
”Gubernur meminta agar seluruh langkah penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus segera dipenuhi,” ujar pria yang akrab disapa Aka itu.
Data lapangan menunjukkan si jago merah melalap habis 31 unit rumah hingga rusak berat di Dusun Pok, Desa Kalimango. Sebanyak 129 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat amukan api yang menjalar sejak pukul 00.15 WITA.
Sementara itu, pemerintah melaporkan lima rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian dalam peristiwa memilukan tersebut. Tim reaksi cepat saat ini masih terus melakukan pendataan mendalam terkait total kerugian materiil di lokasi kejadian.
”Atas nama pribadi dan pemerintah, kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum yang gugur dalam tugas kemanusiaan ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Komandan Regu Damkar Kecamatan Alas, M. Solikin, mengembuskan napas terakhir saat berjuang menjinakkan kobaran api. Dugaan kuat menyebutkan pahlawan kemanusiaan tersebut meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di area kebakaran.
Penyaluran Bantuan Logistik BPBD dan Dinas Sosial
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan pengabdian almarhum menjadi kehormatan bagi seluruh jajaran pemerintah. Pihaknya berjanji akan mengawal seluruh proses pemakaman hingga urusan hak-hak keluarga yang ditinggalkan secara tuntas.
”Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa harus segera berjalan untuk pengajuan santunan ahli waris melalui Kementerian Sosial,” tuturnya.
Selain itu, Kepala BPBD NTB Sadimin menjelaskan bahwa ribuan paket pangan hingga tenda keluarga sudah meluncur ke lokasi. Distribusi logistik menyasar seluruh warga terdampak guna menjamin ketersediaan makanan di posko.
”Kami telah menyiapkan paket sandang, tikar, hingga terpal untuk mendukung kebutuhan mendesak warga di tenda pengungsian,” jelas Sadimin.
Pihak dinas terkait juga memastikan pengiriman mie instan serta air bersih menjadi pasokan genting dalam gelombang pertama bantuan. Upaya ini berlangsung secara simultan dengan koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten.
”Kami memastikan buffer stock tersedia, mulai dari selimut hingga makanan siap saji untuk kebutuhan anak-anak di lapangan,” jelas Kepala Dinas Sosial P3A NTB Masyhuri
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus menyinkronkan data dengan kabupaten agar penyaluran tepat sasaran. Pendampingan psikososial segera berjalan guna memulihkan mental warga yang mengalami trauma hebat.
Kondisi di lokasi saat ini sudah mulai kondusif berkat kerja keras tim gabungan TNI dan Polri. Masyarakat setempat bersama relawan bahu-membahu membersihkan puing sisa kebakaran sembari menunggu proses pemulihan infrastruktur wilayah.
”Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan setiap potensi sumber api dapat dikendalikan agar tidak terulang,” pungkasnya.*















