PorosLombok.com – Si jago merah mengamuk hebat dan meluluhlantakkan permukiman padat penduduk di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Insiden maut ini menghanguskan sedikitnya 31 unit rumah warga pada Ahad (22/3/2026) dini hari.
Juru Bicara Pemprov NTB H. Ahsanul Khalik menegaskan bahwa kobaran api mulai membubung tinggi sekitar pukul 00.15 WITA. Embusan angin kencang serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api merembet sangat cepat ke bangunan sekitarnya.
”Kobaran api muncul secara tiba-tiba dari salah satu rumah warga dan langsung membesar hingga memicu kepanikan luar biasa,” ujar pria yang akrab disapa Aka.
Warga setempat sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum armada pemadam tiba di lokasi. Sebanyak 129 jiwa terpaksa menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang melekat di badan saat situasi kian genting.
”Pemerintah mencatat 31 rumah mengalami rusak berat dan 5 unit lainnya terdampak sebagian dalam peristiwa memilukan ini,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran langsung mengerahkan seluruh kekuatan guna menyekat perambatan api agar tidak meluas ke dusun sebelah. Tim reaksi cepat kini terus menyisir puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi.
Kronologi Gugurnya Pahlawan Damkar Alas
Musibah ini menyisakan duka mendalam setelah satu petugas pemadam kebakaran, M. Solikin, gugur saat bertaruh nyawa menjinakkan api. Korban merupakan Komandan Regu Damkar Kecamatan Alas yang sangat berdedikasi dalam setiap operasi kemanusiaan.
Kepala BPBD NTB Sadimin menekankan bahwa kabel listrik yang terkelupas di area basah menjadi ancaman maut bagi petugas lapangan. Evakuasi korban berlangsung secara dramatis di bawah guyuran air dan jeritan histeris warga yang menyaksikan kebakaran.
”Almarhum diduga terkena sengatan aliran listrik saat berjibaku memadamkan api di tengah kepungan asap tebal,” jelas Sadimin.
Selain itu, tim medis sempat memberikan pertolongan pertama sebelum membawa jenazah pahlawan kemanusiaan itu ke puskesmas terdekat. Kepergian sosok pemberani ini menyisakan kesedihan mendalam bagi rekan sejawat dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa.
”Kami menyiapkan paket sandang, tikar, hingga terpal untuk mendukung kebutuhan mendesak warga di tenda pengungsian,” katanya.
Sementara itu, warga kini mulai mengais sisa-isa barang berharga yang mungkin masih terselamatkan dari tumpukan abu panas. Kerugian materiil akibat bencana ini diprediksi mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya aset warga yang ludes tak tersisa.
Kepala Dinas Sosial P3A NTB H. Masyhuri memastikan pihaknya bergerak simultan dengan aparat penegak hukum untuk menjaga kondusivitas area. Pengamanan ketat bertujuan mencegah aksi penjarahan di tengah situasi duka yang menyelimuti Desa Kalimango.
”Kami memastikan buffer stock tersedia, mulai dari selimut hingga makanan siap saji untuk kebutuhan anak-anak di lapangan,” jelas Masyhuri.
Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu liar terkait asal-usul api yang belum terverifikasi. Penanganan pascabencana kini beralih pada pembersihan lokasi dan penyiapan hunian sementara bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
”Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh hak korban terdampak terpenuhi tanpa kecuali,” pungkasnya.*















