(PorosLombok.com) – Guru-guru Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Timur mulai ‘naik kelas’. Mereka tak lagi sekadar ngajar pakai papan tulis. Kini, mereka dilatih bikin media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).
Pelatihan ini digelar Universitas Hamzanwadi bareng KKG Gugus 05 Kecamatan Terara, Senin (4/8/2025). Targetnya jelas: bikin guru paham teknologi, biar siswa nggak terus dicekoki metode kuno.
“Guru harus melek teknologi. Jangan sampai siswa lebih pintar dari gurunya cuma karena sering nonton YouTube,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur, Izzudin, saat membuka kegiatan.
Menurut Izzudin, AR bisa jadi senjata ampuh untuk bikin kelas lebih hidup. Dunia nyata dan virtual digabung. Materi pelajaran bisa ‘dilihat’ langsung, bukan cuma dibaca atau dihafal.
“Belajar itu harus menyenangkan, bukan bikin ngantuk,” tegasnya lagi.
Ketua Tim PkM Universitas Hamzanwadi, Rasyid Hardi Wirasasmita bilang, pelatihan ini bukan cuma formalitas. Nggak cukup hanya teori. Guru akan didampingi langsung saat menerapkan AR di kelas.
“Biar hasilnya nyata. Bukan cuma seremonial, lalu bubar tanpa jejak,” cetus Rasyid.
Dia juga berterima kasih ke Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdikti Saintek atas dukungan melalui Hibah PkM 2025. Tanpa itu, program semacam ini cuma jadi wacana.
Panitia juga mewanti-wanti agar peserta tidak menyimpan ilmu sendiri. Harus dibagi ke guru lain di sekolah masing-masing.
“Kalau ilmunya cuma disimpan sendiri, itu namanya egois. Kita ingin guru saling kuatkan,” tandas panitia.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala UPTD Terara L. Ahmad Jaelani, Ketua KKG Satriadi Pratama, dan para pengawas SD. Kolaborasi lintas pihak jadi bukti, pendidikan butuh kerja sama, bukan kerja sendiri-sendiri.














