PorosLombok.com — Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram sukses membongkar sindikat pencurian motor yang mengincar warga saat sedang beribadah. Petugas meringkus tiga pria yang diduga kuat terlibat dalam aksi pencurian dan penadahan di wilayah Seganteng.
Operasi penangkapan dilakukan secara senyap guna memastikan target tidak melarikan diri pada Jumat (13/3/2026). Polisi bergerak berdasarkan laporan warga yang kehilangan kendaraan saat suasana lingkungan sedang sepi karena aktivitas keagamaan di masjid.
”Yang kami amankan ada tiga orang, dua di antaranya pelaku utama dan satu orang diduga sebagai penadah,” ujar AKP I Made Dharma YP saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026).
Kasat Reskrim Polresta Mataram mengungkapkan bahwa tersangka SH dan MS bertugas memetik motor di lapangan. Sedangkan pria berinisial BA berperan penting menampung barang curian tersebut untuk segera dijual kembali kepada pihak lain.
Aksi kriminal ini menyasar rumah di wilayah Babakan, Kecamatan Sandubaya, tepat saat pemiliknya meninggalkan kendaraan untuk salat di masjid. Pelaku memanfaatkan kelalaian warga yang merasa aman meski motor hanya terkunci stang di teras rumah.
“Salah satu pelaku utama yakni SH juga merupakan residivis kasus pencurian,” katanya.
Polisi mengendus pola kejahatan ini dilakukan secara terencana dengan mengintai rumah target sebelum waktu salat berjamaah dimulai. Residivis berinisial SH diketahui baru saja bebas namun kembali melakukan aksi genting serupa di wilayah hukum setempat.
Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam guna mengumpulkan petunjuk signifikan untuk memburu pelaku. Serangkaian penyelidikan intensif akhirnya membuahkan hasil dengan terdeteksinya persembunyian para sindikat tersebut.
“Motor hilang sekitar pukul 20.00 Wita saat korban kembali dari masjid dan mendapati parkirannya kosong,” jelasnya.
Tim Resmob juga mengamankan rekaman kamera pengawas yang merekam detik-detik saat para tersangka membawa kabur motor milik korban. Bukti digital ini mempermudah penyidik dalam memetakan rute pelarian para eksekutor menuju wilayah Cakranegara.
Ketiga tersangka kini terancam hukuman berat dan sedang menjalani pemeriksaan maraton di Mapolresta Mataram. Polisi mengimbau warga untuk meningkatkan sistem pengamanan ganda pada kendaraan selama bulan suci guna meminimalisir niat jahat pelaku.
“Dari hasil penyelidikan identitas para terduga akhirnya berhasil diketahui hingga akhirnya diamankan di wilayah Seganteng,” pungkasnya.*
















