Ratusan Pemuda Berebut Posisi Volunteer Mandalika International Festival 2026

Sebanyak 650 pemuda mendaftar seleksi volunteer Mandalika International Festival 2026. Panitia hanya menyaring 100 peserta terbaik dengan kuota 80% untuk talenta lokal NTB.

PorosLombok.com – Ajang Mandalika International Festival (MIF) 2026 disambut antusiasme luar biasa dari kalangan generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam gelaran internasional edisi ke-5 tersebut, Sabtu (26/9/2026).

Pihak panitia mencatat sebanyak 650 pendaftar telah bersaing ketat untuk mengisi posisi volunteer dan tim manajemen acara.

Para pelamar tidak hanya didominasi warga Nusa Tenggara Barat dari Bima hingga Lombok, tetapi juga merambah peserta asal NTT, Bali, Jawa, hingga Jakarta.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa karena pendaftar meluas hingga luar kawasan Sumbawa dan Lombok,” kata Direktur MIF, Sirajuddin.

Sektor pendidikan menyumbang jumlah pelamar terbanyak dari deretan kampus besar seperti Universitas Mataram, UMMAT, STP Mataram, Universitas Hamzanwadi, hingga Poltekpar Lombok.

“Kami melihat dominasi mahasiswa perguruan tinggi terkemuka sangat mendominasi proses pendaftaran tahun ini,” ujarnya.

Pihak manajemen menetapkan kuota ketat dengan menyaring 100 kandidat terbaik yang terbagi atas 70 volunteer dan 30 personil manajemen.

“Penyelenggara mengalokasikan porsi 80 persen untuk talenta lokal NTB dan 20 persen bagi perwakilan nasional,” jelasnya.

Proses rekrutmen dirancang sangat terbuka tanpa membatasi latar belakang kedaerahan peserta demi mengedepankan asas keadilan.

“Sistem penerimaan kami jalankan secara transparan untuk menjaring figur berdedikasi tinggi,” katanya.

Fokus utama seleksi tertuju pada pencarian figur pemuda yang berintegrasi tinggi serta memiliki semangat belajar serta komitmen kuat.

“Kami mencari sosok yang serius dan cerdas meski belum memiliki rekam jejak pengalaman,” ujarnya.

Pihak penyelenggara menyiapkan program pelatihan terpadu guna mendongkrak keahlian para peserta terpilih sebelum terjun ke lapangan.

“Para peserta akan dibekali workshop intensif agar memiliki kualifikasi kerja standar internasional,” jelasnya.

Panitia menjamin pendaftar yang tidak lolos seleksi utama tetap dilibatkan pada agenda pendukung seperti conference dan grandshow.

“Seluruh pendaftar yang mengikuti wawancara dipastikan memperoleh sertifikat resmi dan panggung apresiasi,” katanya.

Langkah inklusif tersebut diambil sebagai komitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata daerah.

“Ajang terakreditasi APIEM UK ini memadukan pengetahuan, teknologi, serta seni budaya untuk mencetak SDM unggul,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU