(PorosLombok.com) – Banjir yang terus melanda Kota Mataram saban tahun menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Mataram Fraksi Gerindra, Herman.
Politikus Gerindra itu menyebut, Pemerintah Kota Mataram tak bisa lagi menutup mata atas banjir tahunan, khususnya yang melanda wilayah Mataram Selatan.
“Ini bukan kejadian baru, tapi selalu berulang tiap musim hujan. Artinya, harus segera disikapi serius,” kata Herman, Kepada PorosLombok, Rabu (16/7).
Ia mengungkapkan, banjir tahun ini justru meluas ke wilayah tengah kota, termasuk kawasan aliran Kali Ancak, yang memperparah dampaknya bagi masyarakat.
“Biasanya hanya Mataram Selatan. Sekarang jalur tengah ikut terdampak. Ini bukti bahwa banjir makin meluas dan pemerintah harus ambil langkah konkret,” tegasnya.
Herman mengatakan, langkah mitigasi bencana yang dilakukan Pemkot Mataram selama ini belum menyentuh akar persoalan.
“Fraksi Gerindra sudah hampir 10 tahun memperingatkan. Saya sendiri tiap tahun menyuarakan ini dalam pembahasan RPJMD,” ungkapnya.
Menurut Herman, strategi mitigasi yang dilakukan harus bersifat jangka panjang dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
“Solusi harus dari hulu ke hilir. Karena ini bukan semata banjir lokal, tapi banjir kiriman dari Lombok Barat yang bisa datang 6 sampai 10 jam,” jelasnya.
Ia menambahkan, bukan hanya soal penyumbatan sungai, tapi lebih pada minimnya perencanaan pengendalian air yang berkelanjutan.
“Warga di Mataram Selatan, seperti Babakan, sudah setiap tahun jadi langganan banjir. Tapi tetap saja pemerintah kurang sigap,” ujar Herman.
Ia menilai, meluasnya titik banjir ke jalur tengah harus jadi alarm keras bagi Pemkot Mataram untuk tidak lagi menganggap enteng persoalan ini.
“Banjir di jalur tengah, termasuk sungai Ancar, membuktikan bahwa persoalan ini bukan musiman. Pemkot perlu strategi mitigasi jangka panjang dan menyeluruh,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)















