Lombok Timur. Poroslombok.com – Desa Masbagik Timur kecamatan Masbagik dikenal sebagai desa pembuat kerajinan gerabah.
Zaman dulu berbagai macam hasil kerajinan gerabah menjadi barang atau alat keperluan sehari-hari dalam rumah tangga seperti alat memasak, tempat makan, menyimpan air minum, menyimpan beras, tungku untuk memasak, wajan dan berbagai perkakas lainnya.
Pada tahun 1980-an kerajinan gerabah desa Masbagik Timur laris manis di pasaran, baik pasar Nasional bahkan Internasional. Banyak tamu lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk membeli kerajinan gerabah Masbagik Timur.
Namun setelah adanya BOM Bali tahun 2002 silam, membuat pasar eksport gerabah desa Masbagik Timur mulai menyusut, menurun dan berkurang drastis. Sejak kejadian BOM Bali tersebut kunjungan turis mancanegara menjadi sepi yang mengakibatkan sepinya pembeli kerajinan gerabah di desa Masbagik Timur.
Dengan demikian, banyak pengerajin dan pengusaha gerabah gulung tikar, sampai saat ini hanya sedikit pengerajin yang masih menekuni kerajinan gerabah tersebut.
Untuk memulihkan dan menggaungkan kembali kerajinan gerabah ini, Pemerintah Desa Masbagik Timur bersama lembaga desa yang ada membuat acara “ Festival Gerabah Desa Masbagik Timur”.
Kepala Desa Masbagik Timur, Marunah, menjelaskan Festival Gerabah ini perlu diadakan karena sejarah Masbagik Timur dikenal akan kerajinan gerabah. di samping itu, melalui Festival ini juga diharapakan sebagai ajang regenerasi pengerajin gerabah, sehingga generasi – generasi muda pengerajin gerabah mampu berinovasi untuk mengkreasikan gerabah di desa Masbagik Timur.
Festival Gerabah ini lanjutnya, merupakan Festival Gerabah yang pertama kali dilaksanakan di desa Masbagik Timur. Dengan diadakannya Festival Gerabah ini, diharapkan gerabah Masbagik Timur lebih terkenal luas serta mengangkat kembali perekonomian warga yang ada di desa Masbagik Timur.
“Beberapa puluh tahun yang lalu gerabah ini sangat sukses, sangat jaya dan terkenal sampai mancanegara, nah seperti itulah yang mahu kita angkat” tutur Marunah.
Dijelaskan Marunah, Festival Gerabah ini telah diwacanakan sejak tiga tahun yang lalu, akan tetapi tidak dapat dilaksanakan karena terkendala dengan adanya wabah Covid-19 yang melanda.
Pada acara Festival Gerabah ini, akan ditampilkan cara membuat gerabah, dan juga dilengkapi dengan pameran atau pajangan gerabah.
“Nanti akan di tampilkan cara membuat gerabah dan bagaimana mengkreasikan gerabah dengan media lain seperti pasir laut, daun, kaca , cangkang telur, termasuk juga mewarnai dan melukis gerabah” tuturya.
Adapun beberapa rangkain acara dalam Festival Gerabah ini adalah bazar gerabah, Jalan Sehat, Gerak Jalan Kreasi, Lomba Mewarnai, Lomba Mande Gerabah, Lomba Menghias Gerabah, Karnaval Gerabah dan Closing Ceremony.
“Ada beberapa rangkaian acara yang kita buat dan mulai dilaksanakan dari tanggal 21 – 28 Agustus, yang mana puncak acaranya nanti pada Minggu tanggal 28 Agustus” tuturnya.
Lebih Jauh Marunah menyampaikan, sisi lain dengan adanya Festival Gerabah ini adalah untuk menyebarluaskan informasi terkait kerajinan gerabah di desa Masbagik Timur yang masih eksis.
“Melalui Festival Gerabah ini, kita harapkan dapat memperkuat eksistensi Masbagik Timur sebagai desa wisata, seni dan budaya di pulau Lombok” tutup Marunah. ( Erwin, PL )

















