Gerak Cepat Kadis Kominfo Lotim Jawab Kepercayaan Pimpinan

.Poroslombok.com | LOTIM –

Program Lotim Net yang digagas oleh Dinas Kominfo dan Persandian Lotim dengan tujuan menjadikan 254 Desa dan Kelurahan di Lombok Timur menjadi Desa Digital, nyatanya sampai saat ini masih sebatas angan-angan.

Tak sedikit yang menilai, bahwa Program senilai Rp. 4,3 miliar itu hanya program sia-sia, bahkan dianggap sebagai program pajangan. Sebab, kemudahan yang dijanjikan tak kunjung dapat dinikmati.

Sejujurnya tidak ada yang salah dengan program itu. Bahkan jika berjalan sesuai rencana, tentu dapat membantu pemerintah dalam hal akses informasi. Selain tentu bermanfaat bagi masyarakat pengguna internet di lotim.

Karenanya Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, menaruh harapan besar kepada Kepala Dinas Kominfo dan Persandian yang dilantik baru-baru ini, untuk melanjutkan dan menuntaskan program tersebut.

Seperti diketahui, Bupati melalui Sekda pada pelantikan kemarin menyampaikan pesan khusus kepada tiga Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik, termasuk kepada Kadis Kominfo yakni Dr. Fauzan, M.Pd.

Kepada Kepala Dinas Kominfo dan Persandian diharapkan dapat segera mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Selain itu keberlanjutan Lotim Net yang saat ini belum sesuai harapan dapat segera berjalan sesuai target dan rencana.

Mendapat kepercayaan sekaligus tanggungjawab dari Bupati, Dr. Fauzan tentu tidak bisa berleha-leha dan harus segera berbenah untuk menyelesaikan PR yang diberikan padanya oleh Bupati.

Kepala Dinas Kominfo, Dr. Fauzan, M.Pd, yang dikonfirmasi poroslombok.com, Jum’at (10/6) kemarin menyampaikan, bahwa untuk melaksanakan program SPBE, terlebih dahulu harus menyiapkan regulasinya.

Karenanya, ia telah melakukan koordinasi dan sudah membuat rancangan Perbupnya. Dirinya memastikan bahwa rancangan Perbup tersebut sudah selesai di verifikasi di bagian hukum pemda lombok timur.

“Sekarang sedang berada di mejanya Kepala Biro Hukum Provinsi. Kalo sudah selesai di sana, akan dikembalikan ke kita dan pak bupati tandatangan. Maka SPBE itu akan memiliki basis regulasi untuk kita laksanakan di semua OPD,” terangnya.

Selanjutnya, kata alumni SMPN 1 Selong dan SMA NW Pancor 1987 itu, mengenai aset Lotim Net, dirinya terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan kepala bidang terkait untuk mengetahui bagaimana posisi Lotim Net saat ini.

Dalam konteks ini, posisi yang dimaksud adalah mencari tau apa penyakitnya yang membuat program Lotim Net tidak bisa berjalan, sehingga nantinya dapat di diagnosis untuk bisa menetukan obat yang tepat dan paten untuk menyembuhkannya.

“Nah itu sedang saya rembukkan dengan kabid-kabid terkait, terutama kabid IT yang mengurus Lotim Net ini,” kata Fauzan.

Hasil analisis sementara berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas sebelumnya, kata Fauzan, bahwa poaisi Lotim Net diibaratkan seperti bendungan yang tidak ada airnya.

Dikiaskan seperti itu karna sesungguhnya infrastruktur Lotim Net sudah lama terbangun, namun bandwidthnya masih rendah. Karna itu bandwidth broadcastnya harus dinaikkan, tentu membutuhkan anggaran.

Oleh karna hal itu, dirinya dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan BPKAD, BAPPEDA dan Sekda guna membahas hal tersebut yang didalamnya terdapat hak rakyat yang berkenaan dengan transparansi informasi publik.

Ditanya berapa lama waktu yang ia butuhkan dalam membenahi Lotim Net tersebut?, ia mengatakan akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terkait dengan konteks infut, proses dan produk.

“Konteksnya seperti apa, apa masalahnya di regulasi atau di koordinasi, kemudian infutnya seperti apa, proses yang sudah dilangsungkan seperti apa, dan produknya bagaimana,” urainya.

Dengan begitu, lanjut dia, tentu akan bisa di lihat masalahnya secara holistik (menyeluruh-red), tidak secara parsial (setengah-setengah) untuk kemudian dapat dilakukan tindakan yang tepat.

“Mudah-mudahan semua teman-teman di kantor bisa bergerak bersama. Karna dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan hal-hal baik seperti yang kita harapkan bersama,” tukasnya.

Selain itu, ia juga mengajak semua seluruh pegawai yang ada di Dinas Kominfo untuk bekerja bersungguh-sungguh dalam bekerja agar dapat memenuhi target yang tertuang dalam RPJMD. Terlebih, Kominfo merupakan salah satu dinas yang terkait dengan pelayanan publik yang menunjukkan wajah lombok timur.

Karnanya Fauzan bertekad, akan menuntaskan persoalan Lotim Net dalam waktu dua hingga tiga bulan, demi mencapai target yang ada secara bersama-sama.

“Tidak ada keberhasilan individu, yang ada adalah keberhasilan kolektif. Kalo kita berhasil, ya berhasil secara bersama-sama, kalo kita gagal, ya gagal bersama-sama,” tutupnya.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU