(PorosLombok.com) Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Baradaksa Mapolda NTB. Agenda ini bertujuan menjamin keamanan warga selama Ramadhan, Senin (23/2/2026).
Langkah preventif ini menyasar berbagai titik rawan gangguan keamanan. Pemerintah provinsi ingin memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah secara tenang dan khusyuk.
Iqbal menekankan pentingnya kewaspadaan personel pada pusat keramaian warga. Pengawasan ketat menyasar pasar, terminal, hingga rumah ibadah yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas.
”Situasi Kamtibmas di NTB secara umum terpantau kondusif, namun isu penting tetap menjadi fokus utama kita,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menciptakan suasana damai melalui penguatan nilai kebersamaan. Fokus utama adalah menjamin kenyamanan seluruh pemeluk agama selama menjalankan puasa.
Personel gabungan memantau lokasi kegiatan malam hari secara intensif. Langkah ini bertujuan mencegah aksi kejahatan jalanan yang kerap memanfaatkan kelengahan warga di ruang publik.
”Keamanan di titik-titik rawan seperti pusat keramaian dan tempat ibadah menjadi perhatian bersama saat ini,” jelasnya.
Potensi gangguan dari fenomena balapan liar menjadi atensi khusus aparat. Petugas juga mengantisipasi penggunaan petasan berbahaya yang sering memicu konflik antar kelompok pemuda.
Pemerintah menindak tegas peredaran minuman keras serta penyalahgunaan narkoba. Operasi berlangsung secara humanis guna menjaga kesucian bulan Ramadhan dari pengaruh negatif yang merugikan.
Stabilitas harga bahan pokok menjadi prioritas demi melindungi ekonomi rakyat. Iqbal melarang oknum menaikkan harga secara sepihak yang dapat memberatkan beban finansial masyarakat.
Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses pengamanan. Saat ini merupakan era kolaborasi antarlembaga demi mewujudkan stabilitas wilayah yang berkelanjutan.
”Tidak ada instansi yang bekerja sendiri karena saat ini eranya kolaborasi, bukan lagi kompetisi antarlembaga,” tegasnya.
Peran Babinkamtibmas dan Babinsa sangat strategis sebagai garda terdepan wilayah. Mereka bertugas melakukan deteksi dini serta menjaga ketertiban umum di tingkat desa.
Aparat kewilayahan harus membangun komunikasi efektif dengan para tokoh agama. Langkah ini bertujuan mendorong partisipasi aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
”Apel siaga ini menunjukkan komitmen negara hadir menjaga masjid tetap khusyuk dan jalanan tetap aman,” ujarnya.















