Gubernur NTB Gandeng Unram Luncurkan Program Profesor Berdampak

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menggandeng Universitas Mataram melalui program Profesor Berdampak guna menghadirkan intervensi ilmiah dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi desa.

PorosLombok.com — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memperkuat sinergi pembangunan daerah dengan merangkul kalangan akademisi Universitas Mataram (Unram). Kolaborasi strategis ini bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan ilmiah yang presisi.

​Langkah berani tersebut menitikberatkan pada penguatan sektor peternakan, pemberdayaan UMKM, hingga optimalisasi potensi desa yang selama ini berjalan lambat. Pemerintah provinsi memposisikan diri sebagai orkestrator yang menyelaraskan seluruh sumber daya daerah.

​”Pembangunan membutuhkan ilmu yang bekerja untuk menjawab masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa,” ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal pada Selasa (17/03/2026).

​Pihak universitas menyambut baik ajakan tersebut dengan menerjunkan para Guru Besar langsung ke tengah masyarakat melalui program khusus. Akademisi kini tidak lagi berada di pinggir kebijakan, melainkan menjadi bagian inti dari solusi pembangunan.

​Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi memastikan kesiapan kampus dalam menghadirkan intervensi berbasis data dan riset mendalam. Hal ini mencakup pendampingan teknis produksi hingga standarisasi produk lokal agar mampu naik kelas.

​”Kami hadir mengisi ruang yang belum optimal dengan membawa pendekatan ilmiah dalam setiap intervensi pembangunan di desa,” katanya.

​Program ini juga menyasar pemanfaatan mesin produksi milik BRIDA NTB yang selama ini belum terpakai secara maksimal oleh masyarakat. Keterlibatan kampus diharapkan mampu mengubah aset pasif tersebut menjadi alat produksi yang bernilai ekonomi tinggi.

​Mahasiswa melalui skema KKN tematik akan menjadi perpanjangan tangan para profesor untuk memastikan keberlanjutan program di lapangan. Sinergi ini menjamin bahwa setiap bantuan yang diberikan pemerintah berubah menjadi kemampuan riil warga.

​”Kolaborasi ini membuka ruang pemanfaatan riset untuk menekan biaya pakan ternak dan meningkatkan produktivitas peternak,” ujarnya.

​Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen memberikan penghargaan bagi akademisi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kerja keilmuan memiliki nilai krusial dalam struktur kebijakan publik.

​Sistem pembangunan baru ini diharapkan menjadi model nasional dalam mengimplementasikan hilirisasi ilmu pengetahuan dari kampus ke desa. Fokus utamanya tetap pada sasaran prioritas guna menciptakan perubahan hidup yang terukur dan permanen.

​”Kerja sama ini adalah sistem di mana ilmu pengetahuan dihadirkan agar pembangunan tidak lagi berjalan dalam gelap,” pungkasnya*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU